Setuju Usul Boemi Poetera, Kwarcab Pramuka Medan Siap Masyarakatkan Kuliner Nusantara

Ka Kwarcab Pramuka Medan HM Husni dan Inisiator Boemi Poetera, Tengku Zainuddin. (medansatu.com/rel)

MEDANSATU.COM, Medan – Inisiator Gerakan Boemi Poetera, Tengku Zainuddin, dan Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Kota Medan, HM Husni, sepakat mengupayakan percepatan untuk memasyarakatkan kembali kuliner nusantara di kalangan generasi muda.

“Kita sengaja mengatur pertemuan ini untuk bersama membahas langkah-langkah strategis melawan gempuran makanan asing. Ini disadari bukanlah hal mudah, tapi bukan sesuatu yang mustahil juga. Dan, harus segera dimulai,” ujar Tengku Zainuddin seusai bertemu Husni di Bumi Pramuka Cadika, Jalan Karya Wisata, Medan Johor, kemarin.

Tengku mengapresiasi semangat yang ditunjukkan Husni dalam menumbuhkembangkan nasionalisme generasi muda lewat Gerakan Pramuka selama ini. Karena itu pula ia memilih Husni dan Kwarcab Pramuka Kota Medan sebagai mitra gerakan dalam upaya memasyarakatkan kembali panganan khas nusantara di kalangan generasi muda.

Menurut Tengku, beberapa langkah strategis telah disusun. Salah satunya dengan mengagitasi generasi muda agar memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung pada setiap panganan khas nusantara, yang notabene merupakan warisan budaya leluhur bangsa.

Di kesempatan sama, Husni menimpali bahwa sesuai harapan dan saran kawan-kawan aktivis Gerakan Boemi Poetera, dirinya akan mencanangkan penggunaan panganan khas nusantara di setiap kegiatan kepramukaan Kota Medan. Lebih dari itu, dia akan menyiapkan program pelatihan (workshop) untuk mempraktikkan secara langsung teknik-teknik pengolahan panganan khas nusantara.

“Ini harus dilakukan, agar nilai-nilai filosofis panganan khas nusantara dapat dipahami dan diresapi generasi muda. Langkah ini juga dipandang cukup strategis sebagai upaya mempertahankan resep-resep panganan khas nusantara,” ungkapnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Ka Kwarcab, Husni pun mengaku akan mengusulkan secara resmi agar gerakan serupa dapat menjadi agenda resmi Kwartir Daerah (Kwarda) Sumut hingga Kwartir Nasional (Kwarnas). Dan, ditegaskannya, gerakan yang dijalankan Kwarcab Pramuka Kota Medan bersama Gerakan Boemi Poetera boleh dijadikan pilot project.

Baca juga
Hore! Tanggul Banjir Rob Sepanjang 7 Km Dibangun di Medan Belawan 2018

“Untuk pertama kalinya nanti, kita akan menggelar workshop pengolahan dodol. Mengapa dodol? Sebab, dodol merupakan salah satu panganan khas yang menjadi warisan budaya leluhur di semua etnik nusantara. Selain itu, nilai filosofis yang terkandung pada dodol sama persis dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam gerakan kepramukaan, antara lain nilai keberagaman, kegotongroyongan dan universalitas menuju persatuan,” pungkasnya. (rel/msc)

loading...
loading...
Loading...