Tangan dan Kaki Diikat, 2 Pendeta Ditembak Kartel Narkoba

(ilustrasi/foto: dailymail.co.uk/AP)

MEDANSATU.COM, Veracruz – Dor!…Dor!…Dua orang pendeta tewas ditembak dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Penembakan dua pendeta itu membuat jemaat Gereja di Poza Rica, Veracruz, berduka.

Seperti dilansir Mexico News Daily, Rabu (21/9/2016), kedua pendeta yang tewas itu bernama Alejo Nabor Jimenez dan Jose Alfredo Juarez. Keduanya diberondong tembakan di tengah jalan. Jasad mereka ditemukan di jalan raya wilayah Papantla dengan tangan dan kaki.

Awalnya dua pendeta itu diculik dari gereja oleh kelompok bersenjata yang diduga kartel narkoba. Seorang pendeta dari The Catholic Multimedia Cente, Omar Sotelo menduga dua pendeta ini diculik karena keduanya aktif menyerukan penghentian perdagangan narkoba dan perlindungan kaum migran.

Saat dalam penculikan, seorang petugas gereja berhasil melarikan diri, meski menderita luka cukup parah. “Mereka tahu siapa penjahat di kota ini. Sindikat kejahatan sudah sangat tidak manusiawi, menganggap siapa saja sebagai ancaman,” ujar Sotelo.

Disebutkan, sejak 10 tahun terakhir tercatat telah 40 orang pendeta tewas di Meksiko. Lima belas di antaranya, dibunuh dalam tiga tahun pertama masa jabatan Presiden Enrique Pena Nieto.

Sebuah analisis Insight Crime yang dikeluarkan pada Februari lalu menyebutkan, pendeta atau pastor yang mengajarkan pesan keadilan sosial dan perdamaian, cenderung menjadi sasaran langsung dari sindikat narkoba. (sumber: jpnn/Mexico News Daily)

Loading...
Web Analytics