Duka Mendalam Keluarga Balita Korban Bom Gereja Samarinda di Medan, Setelah Bibi dan Neneknya…

Intan Olivia Marbun. (foto: detik.com)

MEDANSATU.COM, Medan – Duka mendalam menyelimuti keluarga, Intan Olivia Br Marbun (2,5), balita korban bom gereja Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), yang ada di Medan, Selasa (15/11/2016).

Balita itu bersama orang tuanya baru tiga pekan lalu datang ke Medan. Kedatangannya dari Samarinda untuk melayat bibinya, Dewi Sartika Banjarnahor, yang tewas akibat pembegalan yang dialaminya di Jalan Gagak Hitam (Ringroad), Medan Sunggal.

Tak cuma itu, nenek Olivia juga meninggal dunia karena sakit beberapa menit setelah Dewi Sartika meninggal Dunia. Dewi Sartika saat dibegal akan berangkat ke Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara (Labura), untuk menjenguk ibunya yang sakit keras.

Peristiwa pembegalan yang menewaskan Dewi Sartika terjadi pada 23 Oktober 2016. Jasadnya dimakankan di TPU Kristen, Simalingkar B, Medan Tuntungan, pada 25 Oktober. Setelah pemakaman bibi dan neneknya, Intan dan orangtuanya pun pulang ke Samarinda.

Ia kemudian jadi korban pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kaltim. Peristiwa duka yang terjadi berturut-turut ini membuat keluarga besar Banjarnahor sangat terpukul.

Loading...