Lepas 1.500 Pramuka ke Malaysia, Ini 5 Pesan Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault…

Ka Kwarnas Adhyaksa Dault pose bareng kontingen Jambore Malaysia. (rel/msc)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Sebanyak 1.500 Pramuka mengikuti ’13th Malaysian Scout Jamboree’, di Batu Metropolitan Park, Kuala Lumpur, Malaysia, 25 November-01 Desember 2016. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada generasi muda.

Peserta asal Indonesia dilepas dalam sebuah upacara yang dipimpin Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault, di Aula Cut Nyak Dhien, Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta, seprti siaran pers yang diterima medansatu.com, Kamis (24/11/2016).

Ketua Kontingan Gerakan Pramuka dalam kegiatan ini, Kak Mardhani Zuhri menjelaskan segala persiapan sudah selesai. “Berbeda dengan kegiatan dalam ruangan, persiapan untuk kegiatan luar ruangan seperti ini harus benar-benar matang, semua harus dicek berulang-ulang, ini juga yang terus ditekankan oleh Ketua Kwarnas, Kak Adhyaksa Dault. Alhamdulillah kami di Pramuka diajari oleh para pelatih senior tentang manajemen risiko, kerja cepat, kerjasama, dan lainnya,” katanya.

Dia juga meminta kontingen Indonesia menjaga nama naik dan mengharumkan nama bangsa.
“Terima kasih kepada para Pengurus Gerakan Pramuka dari Kwarnas hingga Gugus Depan, para orangtua dari peserta. Terima kasih juga kepada para CMT, Pinkonda, Bindamping yang telah bekerja keras. Ayo kita berikan yang terbaik di Jambore ini. Seperti pesan Ketua Kwarnas, mari kita harumkan nama Indonesia di pentas internasional,” tambahnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault menyampaikan lima pesan. Pertama, Pramuka Indonesia tidak boleh minder bertemu dengan siapapun.

“Kita bangsa besar dengan sejarah yang gemilang. Hormati dengan sungguh-sungguh siapapun yang ditemui dengan ucapan dan tindakan yang baik dan benar. “Anak Pramuka harus percaya diri, dan wajib hormat pada siapapun, utamanya kepada Orangtua, Guru, Pembina, teman-teman dan orang-orang yang lebih tua,” ujarnya.

Baca juga
Pangkostrad: "Saya Begini Karena Pramuka"

Kedua, jangan pernah berhenti memperdalam wawasan ke-Indonesiaan, jangan sampai anak Pramuka geleng-geleng kepala, alias tidak tahu ketika ditanya tentang Indonesia, seperti jumlah penduduk, budaya, dan sejarah. “Ingat kita semua adalah duta bangsa Indonesia,” sebutnya.

Ketiga, bangun jaringan, ikut perkemahan di luar negeri itu salah satu manfaatnya untuk membangun jaringan. Jangan hanya berteman dengan teman satu tenda atau satu daerah. Cari teman sebanyak-banyaknya dari daerah dan negara lain. 20 tahun kemudian bisa jadi kenalan adik-adik itu akan bertemu kembali di forum-forum internasional. “Pulanglah dengan membawa data jaringan”.

Keempat, Jalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing, jangan pernah meninggalkan ibadah, ingat Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka. Ikuti semua peraturan di Bumi perkemahan, ikuti arahan dari Kakak Pimpinan Kontingen, CMT, Pinkonda, Bindamping. Kakak Pimpinan kontingen bertanggung jawab kepada saya. “Saya ingin semua peserta berangkat dengan selamat, dan pulang dengan selamat dan gembira,” imbuhnya.

Kelima, sampaikan hal-hal yang keren, gembira, asyik tentang kegiatan ini di media sosial. Tagar kita #PramukaDiJamboreMalaysia. Bisa dengan foto, tulisan, video, poster, dll. Ingat setiap Pramuka adalah kantor berita. Setiap peserta wajib menuliskan pengalamannya ikut Pramuka dan ikut Jambore ini di media sosial, pilihlah foto yang pantas dan bagus. Dengan itu, kita ikut menjadikan internet dan media sosial dipenuhi hal-hal positif. “Saya mohon kepada Kakak-Kakak Pimpinan Kontingen, CMT, Pinkonda, Bindamping untuk memperhatikan ini,” tandasnya. (msc/rel)

loading...
loading...
Loading...