Ratusan Warga Minta Pemkab dan DPRD Taput Tuntaskan Sengketa Tanah Adat

Massa aksi di Kantor DPRD. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Tarutung – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang tergabung dalam Serikat Tani Tapanuli Utara dan Komunitas Masyarakat Adat, menggelar demo di kantor DPRD dan Bupati Taput, Selasa (13/12/2016).

Massa berjalan kaki dari Gedung Serbaguna menuju gedung DPRD dan kantor Bupati Taput dengan mendapat pengawalan dari aparat Polres Taput dan petugas Satpol PP.

Koordinator Aksi, Jasfayer Simanjuntak, dalam orasinya meminta pemerintah tidak menjual hak-hak rakyat untuk kepentingan tertentu.

“Kami rakyat ingin hidup ditanah sendiri. Pemkab Taput dan DPRD berkewajiban melindungi, menghormati memenuhi hak-hak dasar seluruh rakyat Tapanuli Utara,” ujarnya.

Pemkab Taput harus berperan aktif dalam menyelesaikan konflik konflik tanah adat dan sumber daya alam yang terjadi di Kabupaten Taput, seperti kasus masyarakat adat Ompu Bolus, Onan Harbangan-Nagasaribu, Hutaginjang dan lainnya.

Pemkab Taput harus melindungi hak-hak masyarakat adat terkait dalam rencana pengembangan kawasan Danau Toba. Dan, Pembangunan apapun yang dilakukan Pemkab harus menjunjung tinggi harkat dan martabat masyarakat Taput.

Loading...