Catat! Info Penting Untuk Pengendara Sepeda Motor, dan Tarif Nomor Plat Pilihan…

(ilustrasi/foto: uniqpost.com)

MEDANSATU.COM, Medan – Catat ya! Ini info untuk pengendara dan pemilik kendaraan roda alias sepeda motor. Mulai 6 Januari 2017 diberlakukan 3 golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Pembagian jenis SIM C ini berdasarkan besarnya CC sepeda motor yang digunakan.

“Saat ini kita masih dalam tahap sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi, pada 6 Januari 2017 mendatang untuk SIM C terbagi atas SIM C, SIM C1 dan SIM C2,” jelas Dir Lantas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso melalui Wadir Lantas Poldasu, AKBP Marcelino Sampouw dalam paparannya, Selasa (27/12/2016).

Dijelaskannya, SIM C biasa diperuntukan bagi sepeda motor yang memiliki CC di bawah 250 CC. SIM C1 untuk pengendara sepeda motor yang memiliki CC 250 hingga 500 CC. Sedangkan SIM C2 untuk untuk sepeda motor di atas 500 CC.

Selain SIM C, dalam PP RI No. 60 Tahun 2016 ini juga diatur tarif nomor pilihan untuk kendaraan bermotor. Untuk nomor pilihan 1 angka tidak menggunakan huruf dikenakan tarif Rp 20 juta, menggunakan huruf Rp 15 juta.

Untuk nomor pilihan dua angka tidak menggunakan huruf Rp 15 juta, yang menggunakan huruf Rp 10 juta. Untuk nomor pilihan 3 angka tanpa huruf dikenakan tarif Rp 10 juta, menggunakan huruf Rp 7,5 juta.

“Sedangkan untuk nomor pilihan 4 angka tidak menggunakan huruf dikenakan tarif Rp 7,5 juta, yang menggunakan huruf tarifnya Rp 5 juta,” katanya.

Untuk nomor pilihan ini, sambung mantan Kapolres Binjai tersebut, pihaknya masih akan melakukan kordinasi dengan pihak Korlantas Mabes Polri untuk pengaturan nomor-nomor pilihan yang digunakan pejabat atau aparatur negara.

Baca juga
Blaarrr!... 4 Warga Aek Natas Labura Tewas Terpental, Innalillah...

Sebab, kata dia, nomor pilihan ini bersifat subjektif, jadi bisa saja nomor itu dianggap tidak penting pada orang lain, namun bagi orang lain nomor itu bisa mendatangkan hoki dan sebagainya.

“Misalnya BK 168, inikan angka biasa saja kan. Tapi bagi warga Tionghoa mungkin angka ini punya makna atau tersendiri. Jadi untuk hal-hal seperti ini sepertinya perlu dilakukan inventarisir. Begitu juga pengawasan nomor pilihan ini harus lebih selektif,” terangnya. (mira)

loading...
loading...
Loading...