Tanggul DAS Aek Siandurian Sipoholon Jebol, 132 Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam

DAS Aek Siandurian yang jebol di Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Taput. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Curah hujan dan angin kencang yang cukup tinggi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam tiga hari terakhir ini berimbas terhadap jebolnya tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Siandurian di Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon.

DAS Aek Siandurian yang jebol di Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Taput. (bisnur sitompul/medansatu.com)

Akibatnya sekitar 130 hektar lahan pertanian warga yang memasuki musim tanam diprediksi akan terancam gagal tanam karena luapan air telah merendam sawah warga yang telah bersiap untuk melakukan tanam padi.

Pantauan medansatu.com, di beberapa titik tanggul atau dinding penahan sungai terlihat jebol karena derasnya luapan air sungai. Bahkan ada lahan benih padi petani juga terlihat terendam air, sehingga terancam rusak dan busuk karena diterjang air.

Salah seorang petani, B Sitanggang mengatakan, luapan sungai tersebut terjadi pada Jumat dini hari (6/1/2017) sekitar pukuk 03.00 WIB. Warga khawatir tanggul yang jebol makin melebar melihat kondisi arus air yang semakin meningkat, ditambah kondisi penyempitan di dalam DAS.

(bisnur sitompul/medansatu.com)

Loading...
Web Analytics