Teror Bom Hantui Sejumlah Pemukiman Yahudi di AS

ilustrasi bom (medansatu.com/ist)

MEDANSATU.COM, AS – Ancaman bom diterima sejumlah pemukiman Yahudi di Amerika Serikat (AS). Saat ini otoritas keamanan setempat masih menyelidiki apakah ancaman bom di sejumlah pemukiman Yahudi itu memiliki saling keterkaitan atau tidak.

Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak AS melalui juru bicaranya, Amanda Hils mengatakan, pihaknya siap membantu kepolisian setiap negara bagian untuk mengidentifikasi pelaku yang menyebar teror bom tersebut.

Diketahui, warga di kompleks Kampus Mainland di pemukiman Yahudi terpaksa evakuasi pada Senin (9/1/2017) untuk kedua kalinya karena ancaman bom. Di dalam kompleks terdapat sekolah, perumahan, museum Holocaust, dan kantor Jewish Federation of Greater Orlando.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan penyisiran, polisi mengatakan tidak ada bahan peledak yang ditemukan. Kemudian ancaman bom juga diterima pemukiman Yahudi di Miami Beach dan Aliansi Masyarakat Yahudi di Jacksonville.

Detektif polisi Miami-Dade, Alvaro Zabaleta menuturkan, ratusan anak-anak dievakuasi di Miami setelah adanya ancaman bom. Tim penjinak bom dari kepolisian Miami-Dade diberangkatkan ke pemukiman Yahudi yang berlokasi di Alper.

“Sebagai masyarakat, kita harus selalu waspada jika menyangkut keamanan,” ujar Direktur Greater Miami Jewish Federation, Brenda Moxley, dikutip The Guardian, Selasa (10/1/2016).

Teror bom serupa juga terjadi dipemukiman Yahudi di Nashville, Tennessee. Ancaman bom tersebut disampaikan melalui penelepon gelap. Direktur Eksekutif Jewish Federation of Nashville and Middle Tennessee, Mark Freedman mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya bahan peledak yang ditemukan. Namun akibat teror tersebut, sebanyak 225 orang telah dievakuasi.

Di Delaware, komunitas Yahudi Siegel di Wilmington juga dievakuasi setelah ada ancaman bom. Polisi kini menyelidiki ancaman serupa yang terjadi di Tenafly, New Jersey, dan Columbia, Carolina Selatan. (sumber: The Guardian/Republika)

loading...
loading...