Baru 11 Hari Diaspal, Jalan Simangumban-Panonggolan Sudah Retak-retak

Kondisi retakan aspal di Jalan Simangumban-Panonggolan meski baru 11 hari dikerjakan. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Baru diaspal 11 hari, jalan hotmix jurusan Simangumban-Panonggolan di Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut, sudak retak-retak.

Pantauan medansatu.com, Selasa (10/1/2017), keretakan aspal jalan terlihat sepanjang 500 meter dari total jalan yang diaspal sepanjang 1.105 meter.

Berdasarkan plang proyek di lokasi, proyek peningkatan jalan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.983.400.000 (Rp 1,9 miliar) yang bersumber dari APBD Taput 2016.

Proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Taput tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV M. Pengaspalan jalan ini baru selesai dikerjakan pada pada 30 Desember 2016 lalu, atau baru 11 hari.

Seorang warga setempat, Tony T mengatakan, keretakan aspal ini diduga karena proses pemasakan aspal tidak mencapai suhu 100 derajat Celcius, dan ketebalannya hanya 2 Cm.

“Saat pengaspalan hotmix mungkin tidak ada pengawas dari Dinas PU Taput dan pantas saja pekerjaan proyek hotmix dikerjakan asal jadi,” ujarnya.

Masih menurut Tony, proyek itu dikerjakan saat badan jalan masih basah dan terendam air. Namun diduga aspal hotmix langsung diamprah ke badan jalan. Seharusnya ditunggu dulu kering atau badan jalan yang masih basah dibersihkan, kalau tidak begitu, kondisi hotmix di badan jalan tidak akan lengkat dan cepat terkelupas.

Kepala Dinas PU Pemkab Taput Ir Anggiat Rajagukguk saat dikonfirmasi medansatu.com melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya akan mengecek perkerjaan tersebut. “Terimakasih atas informasinya, kita akan cek ke lapangan,” ujarnya singkat. (bisnur sitompul)

Loading...