Sidang Kedua di PN Medan, Ramadhan Pohan Bacakan Eksepsi

Ramadhan Pohan. (medansatu.com/ist)

MEDANSATU.COM, Medan – Sidang lanjutan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kembali digelar di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Saya sudah kalah Pileg, kalah Pilkada, tidak punya uang apalagi jabatan, malah tersandung kasus disangka melakukan penipuan dan utang lebih Rp 15 M,” kata Ramadhan Pohan di hadapan hakim.

Mantan calon Walikota Medan itu mengatakan Linda Savita yang mendekati istrinya untuk membantunya dalam Pemilu 2014 dari Dapil Sumut. Linda juga sangat intensif mendekatinya usai penetapan Ramadhan dan Eddie Kusuma sebagai pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Wlikota Medan, 27 Juli 2015.

“Mereka yang bertransaksi kok saya yang diminta pertanggungjawaban. Saya ingat betul, Linda pun sempat menawarkan diri menjembatani kami dengan pemilik Posko. Linda bilang Inang Lundu Panjaitan dan Inang RH Simanjuntak mengenal dekat pemilik
posko. Beberapa hari kemudian seorang rekan memanggil saya supaya berhati-hati sama Linda,” tuding Ramadhan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Djaniko MH Girsang.

Menurut Ramadhan untuk menyakinkan dirinya, Linda juga menyebut dirinya bersahabat dengan sejumlah isteri pejabat dan tokoh di Medan. Linda juga mengatakan akan melepas kebun kelapa sawitnya demi membantu biaya kampanye REDI.

“Linda berhasil meyakinkan saya. Bagi saya mengenal Linda benar-benar banyak misterinya kini. Dia dulu meminta saya membuka rekening Bank Mandiri yang katanya untuk menampung dana-dana para donatur. Faktanya sejak rekening itu dibuka, setoran awal tunainya dieksekusi Linda, uang yang masuk ke rekening itu cuma setoran awal, itu aja” ucapnya.

loading...
loading...
Loading...