Paten! Inilah Mengapa Sat Narkoba Polrestabes Medan Patut Diacungi Jempol…

Ilustrasi. (google)

MEDANSATU.COM, Medan – Kinerja Sat Narkoba Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda MH Saragih SIK SH, patut diberikan acungan jempol.

Selain berhasil mengamankan 4 pengedar narkoba dari lokasi berbeda, petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan juga berhasil mengamankan barang bukti 15 butir pil ekstasi dan 15 paket sabu.

Informasi yang berhasil diperoleh medansatu.com, Selasa (10/01/2017), para tersangka yang berhasil dibekuk adalah EM (38), warga Medan Selayang. Ia dibekuk dari wilayah Medan Baru.

Penangkapan EM berdasarkan informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba jenis ekstasi. Benar saja, petugas yang menyaru sebagai pembeli berhasil berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti.

“Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 15 butir pil ekstasi, uang tunai hasil penjualan Rp 6.250.000 dan uang dari dalam dompet tersangka Rp 600.000,” kata AKBP Ganda.

Selanjutnya, dari lokasi kedua petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengamankan tersangka IS (54), warga Jalan Kapten Muslim. Tersangka IS dibekuk petugas di rumahnya bersama barang bukti sabu.

“Barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni 4 paket sabu. Tersangka ditangkap di dalam rumah, tepatnya di dalam kamar. Penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di seputaran Jalan Kapten Muslim,” beber Ganda.

Lalu, di lokasi ketiga petugas berhasil mengamankan tersangka PS (46), warga Desa Martelu. Tersangka diamankan petugas kepolisian dari Jalan Pikpik Bungalow Prima, Bandar Baru, Sibolangit. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 10 paket sabu dan 1 unit hp.

Kemudian, dari lokasi keempat petugas mengamankan tersangka R, warga Jalan Gaharu, Medan. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 1 paket sabu, 1 unit timbangan elektrik dan uang tunai Rp 600.000.

Baca juga
Ngeri! Todongkan Pistol, Perampok di Medan Beraksi di Siang Bolong

“Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 112 subsider Pasal 114 UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. Kita sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap keempat tersangka guna membongkar jaringannya,” pungkasnya. (jh siahaan)

loading...
loading...
Loading...