Mengendus ‘Aktor’ Utama Pencurian Puluhan Ton Besi Milik Negara di Taman Cadika Medan

RG (kiri) dan AVH (kanan) saat dipaparkan Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna. (medansatu.com/istimewa)

Informasi yang menyebutkan keduanya sebagai ‘broker’ antara 2 PNS TRTB Medan, RG dan AVH dengan pemilik PT MM harus ditelusuri polisi agar kasus ini menjadi terang benderang. Tidak mungkin S dan A mati-matian melobi Sampurno Pohan agar melepaskan RG dan AVH hanya karena kasihan.

Sebelumnya Sampurno Pohan mengatakan, ia hanya melaporkan anggotanya yang terang-terangan mencuri di depan matanya. “Saya hanya melaporkan anggota saya, kalau ada pihak-pihak lain yang terlibat, itu kewenangan polisi,” ujarnya kepada medansatu.com.

Kepada S dan A, Sampurno juga mengatakan, kedua honorer Dispenda Medan itu tak punya urusan dengannya. “Pergi kalian, ini bukan urusan kalian. Saya hanya mempersoalkan pencurian yang dilakukan anggota saya,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna saat ditanya medansatu.com mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Bila dalam pemeriksaan ditemukan keterlibatan (manajemen) PT MM, maka akan kita lakukan pemanggilan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, dua PNS Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Medan yang tertangkap tangan mencuri puluhan ton besi sitaan milik negara di Taman Cadika Medan, resmi memakai baju tahanan Polsek Delitua, Selasa (10/1/2016).

loading...
loading...
Loading...