Conflict Interest Kerajaan Bisnis Donald Trump, Menggurita di Dunia Hingga Bogor dan Bali

(foto: National Review)

MEDANSATU.COM, AS – Kerajaan bisnis presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berpotensi memicu konflik kepentingan ketika ia resmi dilantik menjadi presiden.

Seperti dilansir BBC, Kamis (12/1/2017), Trump memiliki bisnis baik di dalam Amerika sendiri maupun di sedikitnya 25 negara, termasuk Indonesia, yang kesemuanya berada di bawah payung usaha The Trump Organization.

Sebagai kepala eksekutif atau kepala pemerintahan, tentu ia bisa mengeluarkan keputusan-keputusan, baik yang bersifat domestik maupun internasional, yang menguntungkan kerajaan bisnisnya, kata sejumlah politikus dari Partai Demokrat.

Sebagian besar penerimaan bisnis Trump berasal dari pembangunan berbagai properti dan lapangan golf, tapi ia juga menjual nama Trump ke sejumlah pengusaha properti di berbagai negara.

Sebagai presiden ia dibolehkan tetap berbisnis, namun berdasarkan pengalaman masa lalu, presiden yang punya perusahaan menyerahkan pengelolaannya ke badan yang biasa disebut blind trust.

Ini semacam perwalian atau administrator independen yang menjalankan perusahaan demi mencegah konflik kepentingan. Trump akan menunjuk menantunya sebagai penasehat senior.

Loading...
Web Analytics