Pertama, Rainas 2017 Gunakan Sistem Kenegaraan…

Suasana rapat panitia Rainas 2017. (foto: Kwarnas)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Raimuna Nasional (Rainas) XI Gerakan Pramuka yang digelar 13-21 Agustus 2017 mendatang akan menggunakan sistem baru.

Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tahun ini Rainas akan menggunakan sistem kenegaraan, layaknya pemerintahan di sebuah negara.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Sangga Kerja Raimuna Nasional XI, Musdar Asman di Ruang Tim Siber Pramuka, Gedung Kwarnas Gerakan Pramuka.

“Iya, ini untuk pertama kalinya, Raimuna Nasional menggunakan sistem kenegaraan, seperti layaknya sebuah negara. Jadi ada presiden, wakil presiden, dibantu para menteri,” katanya seperti siaran pers yang diterima redaksi medansatu.com, Kamis (15/6/2017).

Pada Rainas sebelumnya, istilah yang dipakai untuk Ketua Sangga Kerja adalah bupati, bukan presiden. Sedangkan gubernur, bupati, camat dan lainnya, berasal dari utusan daerah.

Digunakannya sistem baru ini, tambah Musdar, karena cakupannya luas, dengan peserta dari seluruh Indonesia. Sehingga Rainas tak ubahnya miniatur negara Indonesia.

“Kita ibaratkan Rainas ini sebagai miniatur sebuah negara. Sekarang (strukturnya) sudah terbentuk semua, mulai dari Presiden Rainas sampai ke tataran kecamatan semuanya sudah ada. Sedangkan untuk gubernur, bupati, camat dan lainnya berasal dari utusan daerah,” terangnya.

Menurut dia, di samping struktur Panitia Rainas, ada juga Dewan Adat. Dewan Adat adalah Ketua Dewan Kerja seluruh Indonesia, yang merupakan mahkamah agung atau pemangku adat agung Raimuna Nasional. Dalam hal ini, yang bertindak sebagai Ketua Dewan Adat adalah Yuda Adhyaksa.

Berikut susunan Panitia Raimuna Nasional XI 2017:

Presiden: Robby Zulpandi
Wakil Presiden: Musdar Asman
Menteri Sarana Pendukung: Ahmad Zaky
Menteri Pendidikan (Bidang Kegiatan): Rizky Dwi Amanda
Menteri Keuangan: Sinta Ayu Lestari
Menteri Sekretaris Negara: Afriyani
Sekretaris Kabinet: Ibrahim Dwi Rudianto
Dirjen Protokol: Ihsan
Dirjen Kominfo: Yolanda.
(hendrix)