Lihat Bekas Cumbuan Pria Lain, Suami Bakar Istri Hidup-hidup…

Tersangka IR saat ditunjukkan kepada wartawan. (foto: Humas Polda Jatim)

MEDANSATU.COM, Jatim – Saat melakukan hubungan badan di tengah sawah, seorang suami berinisial IR (41), mendadak kalap. Ia langsung menampar, dan mencekik leher istrinya, UA (41), hingga pingsan.

Tak cuma itu, setelah pingsan ia menyiram tubuh istrinya dengan minyak lalu membakarnya hidup-hidup hingga meninggal dunia. Perbuatan sadis ini terjadi di persawahan Desa Kesambenwetan, Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro seperti dilansir tribratanews, Kamis (15/6/2017) menjelaskan kronologis pembunuhan mengerikan tersebut.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 7 Juni 2017 sekira pukul 23.00 WIB. Awalnya, IR menyuruh istrinya membeli gado-gado. Sementara dia membeli BBM (bahan bakar minyak) jenis Pertamax yang dimasukkan ke dalam plastik lalu disimpan dalam ember.

Kemudian tersangka menjemput korban dan mengajak jalan-jalan. Di tengah perjalanan, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan di persawahan Desa Kesambenwetan, Gresik.

Saat melakukan hubungan badan, tersangka melihat payudara korban ada tanda merah bekas cupangan. Pertanyaan tersangka mengenai tanda merah itu, akhirnya memicu pertengkaran. Tersangka lalu menampar pipi dan mencekik leher istrinya hingga pingsan.

Tak puas, tersangka mengambil Pertamax yang dibelinya dan langsung menyiramkan ke tubuh korban. Kemudian menyulutnya dengan korek api. Korban yang terbakar berontak karena kesakitan langsung berlari dan teriak meminta tolong. Tersangka kemudian kabur dan melarikan diri meninggalkan korban.

Korban sempat diberikan pertolongan oleh warga, namun sayang nyawanya tak dapat diselamatkan. Luka bakar yang sangat parah membuatnya meninggal dunia. Polisi pun langsung melakukan perburuan terhadap pelaku dan berhasil menangkapnya di daerah Sleman, Yogyakarta.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau penjara seumur hidup,” tandasnya. (sumber: Humas Polres Gresik/Polda Jatim)