Ngeri! Ini Hasil Visum RSUD Rantauprapat Terhadap Mayat di Sei Bilah, Ternyata…

Mayat korban setelah dinaikkan ke darat. (medansatu.com/habibi)

MEDANSATU.CON, Labuhanbatu – Mayat tanpa identitas yang diduga kuat korban pembunuhan telah selesai divisum petugas RSUD Rantauprapat, Senin petang (19/6/2017).

Pagi tadi mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan mengapung di Sei Bilah, tepatnya di kawasan Dusun Sibuaya, Kelurahan Sioldengan, Rantau Selatan, Rantauprapat, Labuhanbatu. Saat ditemukan ada obeng runcing menancap di lehernya.

Bagaimana hasil visum mayat tersebut? Menurut Humas RSUD Rantauprapat Doni Simamora saat dihubungi medansatu.com, hingga petang ini tidak keluarga yang datang, sehingga mayat tersebut dinyatakan Mr X (tanpa identitas).

Dijelaskannya, mayat telah kaku dan di bengkak seluruh tubuh. Saat ditemukan memakai singlet warna putih, dan baju kaos bergaris-garis hitam putih (kaos warna coklat gambar warna putih).

“Memakai celana hitam, ikat pinggang kawat dan karet ban di pinggang, celana pendek loreng selutut, celana panjang warna coklat. Leher terikat dengan kain selendang warna merah putih, bibir bengkak, gigi atas patah, pakai jam tangan warna emas, pakai sepatu sebelah kiri warna hitam lis putih, memakai sarung tangan hitam di tangan kiri, memar pada punggung sebelah kanan,” jelasnya.

Sebelum diberitakan, sesosok mayat diduga korban pembunuhan ditemukan mengapung di Sei Bilah, Dusun Sibuaya, Kelurahan Sioldengan, Rantau Selatan, Rantauprapat, Labuhanbatu, Senin Pagi (19/6/2017).

Mayat pria ditaksir berusia 40 tahun itu diduga kuat korban pembunuhan. Ini karena ditemukan obeng runcing yang menancap di lehernya. Warga sekitar yang menemukan mayat tersebut langsung menyampaikan kepada pihak kecamatan.

Camat Rantau Selatan H Ipni Aipal Zahni di lokasi mengatakan, pihaknya telah melaporkan temuan mayat tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu dan pihak kepolisian untuk mengevakuasi mayat tersebut. “Kita tunggu pihak BPBD dan Polisi, untuk evakuasi mayatnya,” ujarnya. (habibi)

loading...