Rajin Tangkapi Bandar Narkoba, Kapolres Simalungun Malah Difitnah, Ini Buktinya…

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Padjaitan saat menunjukan tersangka narkoba dan barang buktinya. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Medan – Segala cara dilakukan oleh bandar narkoba untuk menghentikan polisi memerangi peredaran barang haram itu. Salah satu caranya dengan menjebak polisi, lalu men-share videonya ke media sosial (medsos).

Inilah yang dialami Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Pandjaitan. Sejak pertama dilantik sebagai Kapolres, prioritas utamanya adalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.

Langkah tegas ini membuat bandar narkoba ketar-ketir. Mereka lalu membuat gerakan, dan menjebak AKBP Marudut Liberty Pandjaitan. Sehingga kemudian beredar video rekaman CCTV dan pemberitaan yang menuding kapolres mencekoki warga dengan minuman keras (miras) hingga pingsan.

“Intinya bandar narkoba menggunakan macam-macam cara untuk menghentikan tugas kepolisian dalam memberantas narkoba. Kapolres Simalungun ini prioritas utamanya memberantas narkoba, dan gencar kali dia melakukan itu,” ujar seorang sumber kepada medansatu.com, Jumat (14/7/2017).

Sumber itu mengatakan, sebelum fitnah itu terjadi Kapolres Simalungun sempat bersitegang dengan sejumlah orang berpengaruh di Simalungun dan Siantar karena gencar menangkap para pemakai sabu.

“Indikasi dia dijebak di tempat hiburan malam itu, bisa dilihat dari rekaman CCTV. Pertanyaannya, kenapa CCTV bisa beredar di masyarakat?” sebutnya.

Loading...