Ketua GMRI Kritisi Karnaval Budaya Kota Medan, Ini Katanya…

Muhammad Abdullah Sitorus, Ketua GMRI Sumut. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Medan – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GMRI) Sumut, Muhammad Abdullah Sitorus, mengkritisi kegiatan Karnaval Budaya yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-424 Kota Medan.

Kepada medansatu.com, Senin (17/7/2017), Abdullah mengatakan, kegiatan yang digelar pada Minggu (16/7/2017) dan memecahkan Rekor MURI tersebut sia-sia. Pasalnya tak memiliki dampak signifikan bagi warga dan pembangunan Kota Medan.

“Hingga hari ini dengan kondisi Kota Medan masih acak-acakan dari segala aspek, harusnya ada perhatian yang serius dari Walikota atau pun wakil walikota,” ketusnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga tak berefek positif bagi pelaku usaha UMKM di Kota Medan. Pasalnya, Batik Medan yang dipakai peserta karnaval hanya menguntungkan pengusaha UMKM perorangan saja.

“Keterangan Walikota Medan saat acara soal kegiatan tersebut meningkatkan hasil UMKM Kota Medan perlu diuji lagi,” tambahnya.

Apalagi, lanjutnya, peserta karnaval tersebut sebagian besar dihadiri PNS yang terdiri dari SKPD, 21 camat, 151 lurah dan dan 2.001 kepala lingkungan (Kepling). “Dan, mereka membeli Batik Medan tersebut, bukan gratis,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Karnaval Budaya yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-424 Kota Medan berhasil memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), Minggu (16/7/2017).

Loading...
Web Analytics