MUI Sumut Proses Sertifikasi Halal Air Kemasan ‘Pro Tio’ Taput…

Tim pemeriksa LP POM MUI Sumut saat meninjau produksi air mineral Pro Tio. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) memeriksa produk air mineral kemasan yang diproduksi oleh PT Mual Tio Maju Bersama di kabupaten Tapanuli Utara.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Jumat (11/8/2017), tim pemeriksa dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat- obatan Dan Kosmetika (LP POM MUI) Sumut yang datang, terdiri dari Retni Kustiyah Mardi SSi dan Ellistiana SP.

Mereka diterima langsung Direktur PDAM Mual Na Tio, Lamtagon Manalu dan Direktur PT Mual Tio Maju Bersama, Hasan Panggabean di kantor sekaligus tempat produksi air kemasan Pro Tio di Jalan Sibolga, Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Taput.

Lamtagon Manalu kepada medansatu.com mengatakan, kehadiran LP POM MUI Sumut ini merupakan tindak lanjut surat yang disampaikan bulan Juni 2017 lalu tentang permohonan sertifikat halal.

Lamtagon Manalu menambahkan, BPOM RI Kemarin juga telah melakukan pemeriksaan produk air mineral Pro Tio dan ijinnya lagi diproses. Untuk sertifikat SNI sudah keluar dengan nomor SNI 01-3553-2006.

“Kita berharap sertifakat halal dari LP POM MUI dan dari BPOM RI bisa secepatnya keluar. Bila sertifikat dan ijin sudah kita terima, maka kita akan segera memproduksi dan memperjualbelikan air mineral Pro Tio ke seluruh penjuru nusantara,” ucap Lamtagon Manalu.

Senada dengan itu, Hasan Panggabean juga berharap semoga MUI dapat segera mengeluarkan sertifikat halal agar produk air mineral Pro Tio dapat dipasarkan. “Untuk saat ini, kapasitas produksi air mineral Pro Tio sebanyak 200 hingga 300 kardus jenis cup. Botol 150 kardus isi 600 ml dan 330 ml per hari,” sebutnya.

Sementara itu Retni Kustiyah Mardi SSi selaku auditor LP POM MUI Sumut mengatakan, mereka turun langsung melakukan analisa alur proses produksi untuk masing-masing bahan utama, bahan tambahan dan penolong.

Mengamati dan menilai proses produksi dari hulu sampai hilir, dan memeriksa gudang tempat penyimpanan bahan-bahan baku. Mengambil sampel bahan baku, bila perlu dianalisis di laboratorium.

Lalu, menerima dan memverifikasi daftar bahan dan matrik bahan yang merupakan hasil audit. Laporan hasil audit ini nanti disampaikan dalam rapat auditor. (bisnur sitompul)

loading...
Loading...