Ini Penjelasan Lengkap Kapolres Taput Soal Penipuan Awak Bus ALS Celaka yang Dikira Bus Calhaj Madina…

Bus ALS yang alami kecelakaan. (medansatu.com/bisnur sitompul)

MEDANSATU.COM, Medan – Kapolres Taput AKBP DR Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi, didampingi Kasat Lantas AKP LS Gultom dan Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing SH, memberikan penjelasan terbaru terkait kecelakaan maut bus ALS nomor pintu 170 Nopol BK 7130 LD, Jumat (11/8/2017).

Menurut Kapolres, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata awak bus ALS tersebut melakukan penipuan dengan cara mangambil kertas tulisan ‘BUS 2’ dari bus ALS lain yang membawa rombongan calon haji (Calhaj) Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Dia mengatakan, ini dilakukan agar bus tersebut bisa cepat melintas karena situasi jalan macet akibat tanah di sisi jalan longsor dan sangat licin.

“Di sini tidak ada yang salah ya, justeru modus awak bus ALS ini telah terbongkar dengan menempelkan tulisan ‘BUS 2’ jamaah calhaj agar bisa lewat. Kan, situasinya waktu itu agak panik dan kita sedang mengevakuasi seluruh jamaah calhaj, karena bus rombongan calhaj dari Madina beriringan. Satu-satu, lalu bus kita suruh lewat, nah di sinilah mereka lewat dan terjadi laka tersebut,” terang AKBP Hutabarat, Jumat (11/8/2017).

Sementara pengakuan kernet Bus ALS itu, Ikhmat Lubis (41), warga Medan Tembung, mereka waktu itu beriringan dengan 4 bus rombongan calhaj Madina. Saat tiba di lokasi kejadian, ia mengambil sebuah kertas bertuliskan “Bus 2” dari bus ALS rombongan calhaj dan menempelkannya ke bus mereka agar secepatnya bisa lewat karena kemacetan panjang akibat tanah longsor dan licin.

Sedangkan sopir 2 bus ALS yang celaka trsebut, Riswan Nasution, saat diperiksa di Unit Laka Lantas Polres Taput mengaku, mereka tidak membawa rombongan calhaj. Tapi membawa penumpang umum sebanyak 13 orang.

Baca juga
Parah! Nenek 83 Tahun di Labuhanbatu Diperk0sa Pemuda Bertopeng. Begini Ceritanya...

Mereka berangkat dari Jakarta dengan tujuan Kota Medan. Saat kejadian dia tertidur di bagian belakang dalam bus. Bus pada waktu itu dikemudikan Hamdani Nasution, di mana waktu kejadian langsung melarikan diri dan hingga berita ini diturunkan masih buron. (bisnur sitompul)

 

Loading...