Ingat Kasus Suami Palsu di Sei Tualang Raso Tanjung Balai? Ini Sidangnya…

Terdakwa Nenengsih alias Farel (kaos biru) saat disidang. (foto: m24j)

MEDANSATU.COM, Tanjung Balai – Anda orang Tanjung Balai? Masih ingat kasus suami palsu? Itu lho… kasus pernikahan sejenis yang sempat menghebohkan di Jalan Birpot, Lingkungan III, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, Sumut.

Nah, suami palsu, Nenengsih alias Farel (25), kemarin, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai, kemarin. Wanita itu dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Tanjung Balai 3,5 tahun penjara.

Nenengsih didakwa terbukti melakukan pemalsuan identitas agar bisa menikah dengan wanita idamannya, Salmah (24). Ia dijerat Pasal 77 B jo Pasal 76 B UU RI No 35 Tahun 2014, Tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman selama 3 tahun 6 bulan penjara subsider 3 bulan kurungan, dikurangi masa tahanan.

Dalam sidang dengan agenda pledoi (pembelaan), penasihat hukum (PH) warga Jalan Kota Padang, Jorong VI, Koto Utara, Desa Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) itu, meminta Nenengsih dibebaskan.

“Hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum (Satjipto Rahardjo dalam teori hukum progresif) dan semestinya tindakan Pengadilan tidak akan menyakiti siapapun (Actus Curie neminem gravabit),” kata penasehat hukum terdakwa, Aidil A Aditya dan Armada Sihite saat membacakan nota pembelaannya.

“Selaku penasehat hukum, kami berpesan kepada saudara Jaksa Penuntut Umum, sebagai sesama penegak hukum tidak boleh mengesampingkan azas paraduga tidak bersalah dalam membuat tuntutannya dan berani mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah sebagaimana sebuah pepatah, katakanlah yang benar walaupun pahit,” lanjutnya.

Loading...
Web Analytics