‘Si Melon’ Mengulah, Warga Rantauprapat Menjerit

(medansatu.com/habibi)

MEDANSATU.COM, Labatu – Warga Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), menjerit. Si ‘Melon’ langka di pasaran. Aktivitas di dapur pun terganggu.

Ya, sejak dua bulan lalu si Melon-gas elpiji ukuran 3 Kg langka di pasaran. Diduga ada pihak-pihak yang bermain sehingga kebutuhan rumah tangga menengah ke bawah itu sulit dicari. Bila pun ada, harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pertamina.

Salah seorang pemilik pangkalan gas di Jalan Siringo-ringo, Rantauprapat, Amin mengatakan, dua bulan terakhir pasokan gas 3 Kg di pangkalannya dikurangi oleh agen, PT DPBM.

“Dua bulan ini pasokan kami dikurangi oleh agen, biasanya 540 tabung per harin, dikurangi menjadi 250 tabung per hari, itupun seminggu 4 (empat) kali masuk dalam sebulan belakangan ini,” kata Amin kepada wartawan di kediamannya, Selasa (26/9/2017).

Amin menyebutkan, pihaknya hanya menerima pasokan dari agen dan tidak bisa komplain atas pengurangan pasokan. Ia pun berharap pemerintah bisa menstabilkan pasokan gas kembali.

“Kita hanya menerima saja, berapa yang diantar, padahal masyarakat juga sudah antre setiap harinya. Banyak yang tidak kebagian ribut, tidak tenang kita jualan seperti ini. Kita mohon lah agar pemerintah ambil andil dalam hal ini. Pasokan kita selama ini dikemanakan?” sebutnya.

Loading...
Web Analytics