Polres Taput Periksa Saksi Pembunuhan 2 Balita di Pangaribuan, Hasilnya…

Kapolres Taput AKBP Dr Jonius Taripar P Hutabarat SSi MSi. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Polres Taput kembali membuka kasus pembunuhan 2 balita kakak beradik di Desa Rahut Bosi, Kecamatan Pangaribuan. Begini perkembangan kasusnya…

Informasi yang diperoleh medansatu.com di Mapolres Taput, Rabu (27/9/2017) menyebutkan, kasus itu diusut kembali dan saat ini beberapa saksi sedang diperiksa di Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Taput.

Kapolres Taput AKBP Dr Jonius Taripar P Hutabarat SSi MSi melalui Kasat Reskrim AKP TP Butarbutar kepada medansatu.com mengatakan, pihaknya kembali melakukan penyelidikan penyebab kematian kedua balita tersebut yang terjadi pada tahun 2009 silam.

AKP Butarbutar menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan pihaknya saat ini masih memintai keterangan ulang beberapa saksi, masih tahap mencari bukti-bukti petunjuk untuk mengarah ke tersangka karena perkara ini sudah lama terjadi. “Masih kita dalami kasusnya dengan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Taput AKBP Dr Jonius Taripar Hutabarat SSi MSi bersama anggotanya, kemarin, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus sadis pembunuhan 2 balita kakak-beradik, Rafika boru Sormin (5) dan adiknya, Lidia boru Sormin (2,5), yang hingga kini belum terungkap.

Jasad kedua bocah ditemukan dengan posisi berbaring sejajar dengan pakaian lengkap di area perladangan tepat di belakang rumah milik kakeknya atau sekitar 60 meter dari rumah mereka. Kedua korban merupakan putri ke-3 dan ke-4 dari pasangan suami istri (pasutri) Tunggul Sormin dan Lamsihar boru Sinaga. (bisnur sitompul)

Loading...
Web Analytics