Siapa Tersangka Kasus Rp 2,1 M di Perusda Taput? Ini Kata Kejari…

Kasipidsus Kejari Taput Simon Morrys SH bersama timnya saat menggeledah kantor Perusda Pertambangan, beberapa waktu lalu. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara (Kejari Taput), Simon Morrys SH menegaskan, pihaknya akan segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Stone Crusher di Perusahaan Daerah (Perusda) Industri dan Pertambangan Pemkab Taput.

Saat ditanya siapa saja calon tersangkanya? Symon mengaku belum bisa diungkapkan ke publik. Dia hanya menjawab akan segera menuntaskan kasus tersebut.

”Kita akan segera menuntaskan dan menetapkan tersangka dalam penanganan kasus tersebut. Namun kalau soal siapa dan berapa orang belum bisa sekarang, nanti akan kita jelaskan setelah penetapan,” ujarnya, Rabu (27/9/2017).

Symon menegaskan, kasus telah naik ke tahap penyidikan dan beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah menggeledah Kantor Perusda tersebut. “Kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Kejari Taput pada Rabu (13/9/2017) melakukan penggeledahan di kantor Perusahaan Daerah (Perusda) Pertambangan dan Industri Kabupaten Taput.

Hal ini sebagai tindak lanjut pemeriksaan yang dilakukan pada bulan Juli lalu terhadap Direktur Utama Perusda Pertambangan dan Industri inisial SS, sejumlah Dewan Pengawas Perusda, yaitu inisial ERT, FMG dan AB.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa senilai Rp 2,138 miliar yang bersumber dari APBD Taput tahun 2015, ditemukan sejumlah kerugian negara. Jaksa juga telah menyita sejumlah barang bukti surat maupun dokumen. (bisnur sitompul)

Loading...
Web Analytics