Warga Desa Sabungan Nihuta III Datangi Kejari Taput, Ini yang Ditanyakan…

Warga Desa Sabungan Nihuta III, Kecamatan Sipahutar, saat mendatangi Kantor Kejari Taput. (bisnur sitompul/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Taput – Sejumlah warga Desa Sabungan Nihuta III, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Taput.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan rasa kekecewaan terkait pengusutan dugaan korupsi Dana Desa tahun 2016 yang dilaporkan sejak 13 Juni 2017 kemarin, namun hingga kini belum jelas tindak lanjutnya.

Kepada wartawan, seorang warga setempat Joni Dance Simanjuntak, mengatakan mereka merasa kecewa karena sudah 4 bulan laporan masyarakat tersebut belum ada ditindaklanjuti.

“Kami melaporkan realisasi penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2016 lalu senilai Rp 600 juta di desa kami karena diduga ada indikasi korupsi,” katanya, Kamis (2/11/2017).

“Ada pun indikasi yang kami lihat dari beberapa item, yakni pada pengerjaan rabat beton dan pengerasan jalan di Dusun Dolok Nagodang menuju Tapian diduga dikerjakan asal jadi,” sebutnya.

“Kemudian pengerjaan bronjong, di mana pemasangan batu pasang sehingga beronjong tersebut sekarang sudah ambruk, pembukaan jalan dari Hutabagasan menuju Tapian diduga juga dikerjakan asal jadi. Parit pembuangan atau saluran air tidak dibuat untuk mengantisipasi curah hujan,” tambahnya.

“Pembuatan jembatan juga diduga asal jadi, tanpa mengindahkan prinsip konstruksi yang baik, kayu yang digunakan tidak sesuai, pondasi retak yang mengakibatkan jembatan goyang,” jelasnya.

Loading...
Web Analytics