Anak SMA ‘Jaman Now’ di Rantauprapat Kena Razia di Kamar Hotel, Pas Lagi ‘Nganu’…

Pasangan SMA dan 7 wanita malam saat diamankan ke Kantor Satpol PP Labuhanbatu. (medansatu.com/habibi)

MEDANSATU.COM, Labuhanbatu – Parah! Masih SMA udah berani ngamar bareng pacar di hotel. Eh, pas lagi ‘nganu’ keduanya digerebek tim gabungan Satpol PP, Polisi, dan TNI. Beginilah nasib anak SMA ‘Jaman Now’…

Peristiwa ini terjadi di salah satu hotel kelas melati di Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Tak cuma mereka berdua, petugas gabungan juga menjaring 7 orang wanita malam.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Senin (13/11/2017) menyebutkan, untuk meminimalisir penyakit masyarakat (pekat) di Rantauprapat, tim gabungan melakukan razia sejumlah hotel dan tempat hiburan di ibukota Labuhanbatu tersebut.

Tempat pertama yang disasar petugas adalah hotel melati di Jalan Baru By Pass, Rantauprapat. Dari hotel ini, petugas mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus pelajar SMA, yakni DA (18) warga Jalan Baru, Rantauprapat dan ND (17) warga Sigambal.

Saat petugas membuka pintu kamar, keduanya sedang ‘nganu’. Setelah diminta berpakaian, pasangan ABG itu lalu dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberi pengarahan dan pembinaan. Keduanya dilepas setelah orangtua masing-masing dipanggil dan diminta membuat surat tak mengulangi lagi perbuatannya.

Petugas kemudian mendatangi salah satu tempat hiburan malam di Sigambal, Kecamatan Bilah Hulu. Dari tempat ini diamankan seorang gadis diduga wanita malam berinisial DW (19), warga Sei Berombang.

Sementara, 6 orang wanita lainnya yang berhasil diamankan di sejumlah tempat hiburan malam di Rantauprapat, yakni berinisial MS (24), TA (29), keduanya warga Sumber Beji. Lalu, DI (45), warga Medan, IO (38), warga Maruban Haya; SA (22) warga Siantar, dan DP (30) warga Kisaran.

Plt Kepala Dinas Satpol PP Labuhanbatu, H Haris Nasution mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 31 dan 32 tentang miras dan prostisusi.

Baca juga
1 Jenazah Korban Banjir Bandang Sibolangit Ditemukan 6 Km dari Lokasi

“Ini merupakan agenda rutin kita, artinya dalam satu tahun kita ada beberapa kegiatan, saya lupa. Kita sifatnya hanya mengamankan saja dan diserahkan ke Dinas Kesbang, mereka yang akan melakukan pembinaan,” kata Haris.

Sementara pihak Kesbangpol melalui Kabid Integrasi, Toguan Dalimunthe mengatakan, warga yang terjaring pada razia pekat tersebut akan diberikan pembinaan. “Para warga yang terjaring ini, akan diberikan pembinaan oleh tokoh agama, setelah datang pihak keluarganya menjemput, mereka dipersilahkan pulang,” tandasnya. (habibi)

Loading...
Web Analytics