Kapolri: Pembakar Mapolres Dharmasraya Pendukung ISIS

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Ambon – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut pelaku penyerangan dan pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), pada Minggu dini hari 12 November 2017, diduga terlibat jaringan teroris. Tito mengakui satu dari pelaku itu merupakan anak perwira polisi.

“Kami sudah melakukan identifikasi, dan hasilnya mereka terlibat jaringan teroris yang mendukung pergerakan ISIS. Saat ini upaya penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata Kapolri saat berkunjung ke Mapolda Maluku, Senin (13/11/2017).

Kapolri mengatakan, dalam kasus yang terjadi polisi berhasil menembak mati dua orang warga karena diduga ikut terlibat dalam penyerangan dan pembakaran Mapolres Dharmasraya. Dan dari hasil pendalaman yang dilakukan, polisi sudah mengidentifikasi nama mereka.

“Eka, salah satu pelaku dari dua orang ini merupakan anak anggota polisi. Dari keterangan orang tua pelaku, anaknya tersebut pernah ke Sumedang. Dan di Sumedang inilah, kami menduga dia masuk salah satu jaringan terorisme yang mendukung pergerakan ISIS,” kata Kapolri.

Terkait kasus ini, Kapolri sudah mengintruksikan kepada Kapolda Sumatera Barat untuk membentuk tim agar segera mengungkap kasus tersebut sampai ke jaringan-jaringannya, dengan melibatkan satuan Detasemen Khusus 88.

Selain itu juga, melakukan restorasi dan rekonstruksi terhadap berbagai administrasi yang terbakar. Meski demikian Kapolri mengaku, situasi di sana sudah aman dan kondusif.

“Saya meyakinkan situasi di sana sudah aman. Tapi tentu ini menjadi pengalaman bagi jajaran Polri di mana pun berada untuk memperkuat sistem pengaman internal pada markas-markas tertentu,” ujar Kapolri. (ind)

Loading...
Web Analytics