Pasokan Dikurangi 1.000 Ton, Akhir Tahun Gas 3 Kg Diprediksi Langka di Sumut, PNS Diimbau…

Gubernur dan Manajemen Pertamina saat merilis penggunaan gas 5 Kg. (foto: Humas Pemprov Sumut)

Selain mendorong penggunaan gas non subsidi bagi masyarakat mampu, gubernur juga mengimbau agar masyarakat yang tidak masuk kategori miskin khususnya ASN, tidak menggunakan gas bersubsidi. Untuk selanjutnya, gubernur mengajak warga Sumut beralih menggunakan gas 5,5 Kg yang diperuntukkan bagi masyarakat mampu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mampu, begitu juga ASN untuk tidak lagi menggunakan tabung gas 3 kg, karena itu hak mereka yang kurang mampu. Makanya saya sampaikan agar dikeluarkan kartu kendali, jadi tidak semua bisa membeli gas subsidi kecuali mereka benar-benar tidak mampu. Kita konversikan saja kepada penggunaan gas non subsidi,” pesan Erry.

Sementara PT Pertamina (Persero) MOR 1 Erry Widiastono menyambut baik dukungan Pemprov Sumut untuk mengeluarkan kartu kendali penggunaan gas subsidi 3 Kg. Sebab diakuinya dengan pengurangan kuota oleh pemerintah pusat pada APBN Perubahan 2017 sebanyak 1.000 ton gas dari 338.221 menjadi 337.221 ton per tahun, diprediksi akan terjadi kekurangan pasokan di akhir tahun mendatang khusus untuk ‘gas melon’ tersebut.

“Jadi kami sangat menyambut apa yang disarankan Pak Gubernur, luar biasa sekali. Ini di luar dugaan kami, jadi beliau sangat mendukung untuk diterbitkannya kartu kendali. Kami akan terbitkan kartu kendali untuk masyarakat yang berhak menerima elpiji subsidi didasarkan kepada data BPS Sumut,” katanya.

Pihaknya juga berharap kartu kendali bisa segera diterapkan agar pendistribusian gas subsidi bisa tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu. Selain itu mereka juga berharap masyarakat mampu, mengalihkan penggunaan gas 3 Kg ke 5,5 kg. (hendrix)

Loading...
Web Analytics