Wanita Itu Berteriak dari Kamar, Pria Ini Langsung Terkapar, dan…

Jasad korban di RS Bhayangkara, Medan. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Langkat – Wanita itu berteriak dari kamar saat dini hari menjelang subuh, pria itu pun langsung terkapar, sekarat dan ‘Innalillah’ tak lama kemudian.

Informasi yang dihimpun, Jumat (12/1/2018) menyebutkan, peristiwa itu terjadi di Desa Suka Dame Timur, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/1/2018).

Wanita itu bernama Marni (41), sementara si pria berinisial EG (41). Pria itu berdarah-darah dan luka lebam di sekujur tubuh. Awalnya ia dirawat di Puskesmas Tanjung Beringin, Hinai.

Karena kondisinya sangat kritis, lalu dilarikan ke RS Bhayangkara Medan. Namun tak lama kemudian, warga Jalan Bukit Dinding, Desa Besilam Lembasah, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, itu menghembuskan napas terakhirnya, menghadap Ilahi, “Innalillah’.

EG digebuki orang sekampung karena dituduh sebagai maling. Ia ditangkap saat dituduh warga hendak membongkar rumah Marni. Awalnya subuh sekira pukul 04.00 WIB, Marni melihat kaca kamar rumahnya telah tercongkel.

Ketakutan, wanita itupun berteriak, “Maling!”. Dalam hitungan detik, puluhan orang telah mengepung, dan berhasil menangkap EG yang berada di samping rumah Marni.

Saat ditanya warga, EG langsung membantah sebagai maling. Namun warga tak percaya, karena saat digeledah ditemukan pahat dan HP di sakunya. Tanpa penyelidikan lebih lanjut, warga pun langsung menghakimi EG hingga sekarat.

Tak lama kemudian, petugas yang mendapat informasi langsung meluncur ke lokasi. Saat itu EG yang telah terkapar sekarat, dilarikan petugas ke Puskesmas Tanjung Beringin, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Beberapa jam kemudian, EG tewas akibat luka-lukanya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasubbag Humas AKP Arnold Hasibuan, membenarkan kejadian tersebut. “Dugaan pencurian dan penganiayaan itu masih dalam penyelidikan,” sebutnya. (*/acan)

Web Analytics