Sopir Taksi Online Rampok Karyawati Bank Penumpangnya, Korban Ditodong Parang dan Diborgol

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo saat konferensi pers perampokan karyawati bank. (foto: kompas)

MEDANSATU.COM, Jabar – Sopir taksi online nekat merampok karyawati bank, penumpangnya. Korban diketahui diketahui bernama Mega Anisa (27). Sedangkan pelaku bernama Aldy Erlangga (19).

Kasus ini berhasil diungkap Polrestabes Bandung kurang 24 jam, Aldy saat ini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditangkap tim Sat Reskrim yang dipimpin Kasat AKBP M Yoris Maulana di rumahnya, kawasan Sukasari, Kota Bandung.

Konferensi pers pengungkapan kasus ini dilakukan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolrestabes Bandung “Tersangka sudah berhasil diamankan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan,” ucapnya seperti dilansir merdeka.com, Jumat (19/1/2018).

Perampokan yang dilakukan taksi berbasis aplikasi ini berawal saat korban melakukan pemesanan di kawasan Setiabudhi saat pulang kerja. Dalam perjalanan, pelaku tiba-tiba menodong korban dengan sebilah parang.

“Korban juga diminta untuk memakai borgol. Karena korban tidak bisa (pasang borgol), lalu dibantu pelaku,” kata Agung didampingi Kaporestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

Korban yang tak dapat berkutik, hanya pasrah saat barang-barang berharga miliknya diambil pelaku. “Korban sudah rela barangnya diserahkan asal korban diturunkan. Tapi pelaku malah membawa korban ke gerbang Tol Cileunyi (di Kabupaten Bandung),” ucapnya.

Saat tiba di gerbang Tol Cileunyi, korban berhasil melarikan diri. Korban kabur saat mobil mengantre di pintu tol. “Saat di gate Tol Cileunyi ada kesempatan korban untuk kabur. Awalnya sempat terjadi tarik menarik juga, tapi akhirnya bisa melarikan diri,” tuturnya.

Agung mengatakan kasus ini murni perampokan dengan latar belakang kebutuhan ekonomi. Pelaku nekat merampok lantaran kepepet biaya sehari-hari. “Motifnya ini karena kebutuhan ekonomi,” kata Agung.

Polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil yang digunakan pelaku, dompet, tas hitam, kartu ATM, kartu kredit, ponsel, laptop dan uang Rp 100 ribu. “Tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana, ancamannya di atas 5 tahun,” tandasnya. (*/MC)

Loading...
loading...
Loading...