Gara-gara Pisang, Siswi SD di Nias Selatan Dicekik Hingga Pingsan dan Muntah Darah…

Tersangka saat ditanyai Kapolres Nisel AKBP Faisal Florentinus Napitupulu. (medansatu.com/mira)

MEDANSATU.COM, Nisel – Petugas Polres Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut), mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korbannya seorang siswi SD, WL (14), pingsan dan muntah darah.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Senin (12/3/2018), terduga berinisial FL alias Ama Gideon (33), warga Desa Hilizomboi, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nisel. Korban yang masih terhitung tetangganya, kini dirawat di RSUD Gunungsitoli.

Kapolres Nisel AKBP Faisal Florentinus Napitupulu melalui pesan WhatsApp kepada wartawan mengatakan, terduga diamankan berdasarkan laporan ibu korban, NT alias Ina Yunia, dengan bukti surat laporan No. LP/39/III/2018/SPK-C/Res-Nisel tanggal 4 Maret 2018.

Sementara terduga diamankan di wilayah Kecamatan Lahusa pada Minggu kemarin (11/3/2018). “Kejadiannya pada Rabu, 28 Februari 2018 lalu, pukul 06.30 WIB, ketika korban beserta saksi pergi ke sekolah. Namun saat di tengah jalan, korban bertemu terlapor hingga terjadi penganiayaan tersebut,” katanya.

Dijelaskan AKBP Faisal, saat bertemu terlapor bertanya kepada korban dan saksi, “Kenapa kalian tebang pohon pisang itu?” Lalu dijawab korban, “Itukan kebun kami, apa urusan kamu?”.

Mendengar jawaban itu, terlapor marah dan memukul korban di kepala sebanyak 2 kali dan di bagian uluhati, serta mencekik leher korban. “Akibat kejadian tersebut, korban tidak sadarkan diri dan langsung muntah darah. Hingga saat ini korban masih diopname di RSUD Gunung Sitoli,” jelasnya.

“Setelah dilakukan penyelidikan intensif dan memenuhi unsur pidana yang dipersangkakan, Kasat Reskrim memimpin personel yang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang hendak melarikan diri, dan berhasil mengamankannya di Kecamatan Lahusa,” tambahnya.

“Saat ini terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan dijerat Pasal 80 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” terangnya. (mira)

Loading...
loading...
Loading...