Perusakan Ternak Ayam di Gunungsitoli Berbuntut Panjang…

Petugas melakukan identifikasi pasca aksi spontan massa. (medansatu.com/zega)

MEDANSATU.COM, Gunungsitoli – Kasus anarkisme massa yang merusak peternakan ayam PT DAS di Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut), berbuntut panjang.

Manajemen peternakan ayam petelur tersebut menempuh jalur hukum atas aksi spontan massa yang mengakibatkan PT DAS mengalami kerugian.

Pasalnya, akibat lemparan batu yang dilakukan massa, tak hanya mengakibatkan ratusan ternak ayam yang mati, tapi juga merusak beberapa fasilitas peternakan. Di antaranya, kaca mobil pecah, kaca kantor pecah, hingga pipa air yang mengalami kerusakan.

Petugas Polres Nias yang datang ke lokasi peternakan, juga telah melakukan identifikasi fasilitas peternakan yang rusak. Sementara ratusan ekor ayam yang mati telah dikubur.

Manajemen PT DAS melalui kuasa hukumnya, Yulius Laoli menyatakan, aksi anarkisme tersebut tidak bisa ditolerir, karena pihaknya mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Langkah hukum yang kita lakukan adalah melaporkan ke Polres Nias dan ini jelas sudah ada pengerusakan. Jadi, nanti kita melihat aksi tersebut apakah ada ijin atau tidak. Jika tidak maka adanya upaya-upaya tertentu yang akhirnya tidak ada yang bertanggung jawab,” ujar Yulius Laoli, Kamis (12/4/2018).

Loading...
loading...
Loading...
Loading...