Pasangan Kekasih Disekap di Gubuk Pinggir Pantai, Selanjutnya Bikin Ngeri…

(ilustrasi/foto: republika)

MEDANSATU.COM, Aceh – Pasangan kekasih disekap sejumlah pria di dalam gubuk pinggir pantai. Mereka pasrah ditodong parang dan senjata laras panjang. Selanjutnya Bikin Ngeri…

Peristiwa ini dialami pasangan kekasih yang hendak menikah di Aceh, yakni Her (27), warga Desa Sawang, Kecamatan Sawang dan tunangannya, Kar (34), warga Cot Usi, Kecamatan Muara Batu.

Penyekapan dan perampokan tersebut terjadi di Pantai Desa Paya Bateung, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Saat ini, Selasa (24/4/2018), kasusnya telah dilaporkan ke Polres Aceh Utara.

Selain merampas, 3 ponsel, sepeda motor Yamaha Vixion Nopol BL 3512 JO, para pelaku juga merampas uang mahar milik korban sebesar Rp 5 juta. “Kasusnya telah dilaporkan ke Polres Aceh Utara, setelah dilaporkan ke Polsek Baktiya Barat,” kata Kapolsek Baktiya Barat, Iptu Musa, seperti dilansir antaranews, hari ini.

Kejadian berawal saat korban Her ditelepon salah seorang temannya berinisial A. Her mengatakan, merupakan teman satu pekerjaan yang dikenalnya sebulan lalu. Dalam pembicaraan di telepon, A minta ditemui karena ada pekerjaan yang bisa kerjakan berdua.

Tanpa curiga, Her kemudian mengajak tunangannya, Kar, untuk menemui A. Mereka kemudian diajak A untuk ngobrol di gubuk pinggir pantai sambil bakar ikan. Saat sedang santai di gubuk, tiba-tiba datang sejumlah pria dari balik semak-semak.

Salah seorang pelaku lalu memukul Her dengan popor senjata laras panjang, tapi tak diketahui senjata api atau senapan angin. Pelaku lainnya lalu menodongkan parang. Para pelaku kemudian mempreteli harta benda korban.

Kapolsek mengatakan, setelah dirampok dan disekap selama beberapa jam, akhirnya Her dan Kar diantar mengendarai sepeda motor Honda GL Pro tanpa plat ke Halte Sampoenit oleh A. Bahkan, A memberi uang Rp 100 ribu kepada Her untuk ongkos pulang.

Baca juga
Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak Jadi 21 Orang, Ini Daftar Namanya...

(sumber: antara/merdeka)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...