Keji! Tentara Israel Tembaki Warga Palestina, 58 Tewas 2.700 Terluka

Tentara Israel tembaki warga Palestina. (foto: The Chronicle Herald)

MEDANSATU.COM – Tentara Zionis Israel membantai 58 orang warga Palestina. Mereka menembak mati para korban saat menggelar unjuk rasa di perbatasan Gaza City. Unjuk rasa besar-besaran warga Palestina merupakan bentuk protes pembukaan Kedubes Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.

Sejumlah negara pun bereaksi atas kebrutalan tentara Israel tersebut. Mereka mengutuk pembunuhan terhadap warga sipil tak bersenjata. Bahkan Turki menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari atas kekejaman Israel tersebut.

Melansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (15/5/2018), pembantaian paling berdarah terjadi pada Senin kemarin (14/5/2018). Disebutkan, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sudah 58 pengunjukrasa tewas dan sekitar 2.700 orang lainnya luka-luka terkena peluru tajam dan gas air mata.

Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, menyatakan AS telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan membuka Kedubes baru di Yerusalem. “Hari ini akan tercatat dalam sejarah sebagai ‘Senin Berdarah’ bagi umat muslim dan negara-negara Islam,” sebut Bozdag.

Terkait insiden ‘Senin Berdarah’, Bozdag menyatakan otoritas Turki telah meminta digelarnya rapat darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Jumat pekan ini(18/5/2018). Sebagai bentuk protes, Turki juga telah menarik utusan diplomatik di Tel Aviv dan Washington DC.

“Status bersejarah dan spiritual Yerusalem tidak akan pernah berubah. Sama seperti sebelumnya, Yerusalem akan terus menjadi ibu kota Palestina merdeka,” imbuhnya.

Kecaman juga disampaikan Pemerintah Inggris. Mereka menyebut pembunuhan tersebut mengejutkan dan merusak upaya perdamaian. “Hilangnya nyawa dan banyaknya jumlah warga Palestina yang terluka adalah tragis, dan ini sangat mengkhawatirkan karena jumlah mereka yang tewas terus bertambah,” ujar Menteri Inggris untuk Timur Tengah, Alistair Burt.

“Kami telah memperjelas bahwa Inggris mendukung hak-hak warga Palestina untuk berunjuk rasa, namun unjuk rasa ini harus damai. Sangat disayangkan bahwa elemen-elemen ekstremis mungkin berusaha mengeksploitasi protes-protes ini untuk tujuan kekerasan mereka sendiri,” ungkap Burt.

Namun Burt juga menekankan, Inggris tidak akan mundur dari dukungannya untuk hak Israel untuk mempertahankan perbatasannya. “Namun banyak jumlah tembakan peluru asli, sangatlah mengkhawatirkan. Kami terus meminta Israel untuk menunjukkan pengendalian diri yang lebih besar,” imbuhnya.

(sumber: anadoluagency/theindependent/detik)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...