Nias Dream, Mimpi Jadikan Nias Destinasi Wisata Dunia

Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bersama Dubes Seychelles untuk Asean Nico Barito. (MEDANSATU.COM/ist)

MEDANSATU.COM, Medan – Pemprov Sumut mengusulkan Kepulauan Nias menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN). KSN diharapkan dapat mendorong Kepulauan Nias disulap menjadi destinasi wisata dunia.

Usulan tersebut dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dalam rapat Pengembangan Wisata Kepulauan Nias bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemko di Kepulauan Nias di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, kemarin.

Rapat itu dihadiri Duta Besar (Dubes) Seychelles untuk Asean Mr Nico Barito, Bupati Nias Drs Sorhiatulo Laoli MM, Bupati Nias Utara Drs Edward Zega, Kadis Pariwisata Nias Barat Yamonasa Waruwu, Kadis Pariwisata Kota Gunung Sitoli Pintar Zebua

Turut hadir Kepala Bappeda Sumut Arsyad Lubis, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Purnama Dewi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Hidayati, Kadisbudpar Sumut Elisa Marbun, Plh Kadis Pertanian Aspan Sofian, Kepala Biro Hukum Sulaiman, SH dan Iswandi Rusli warga Sumut yang yang aktif mencari buyer bagi produk-produk perkebunan Sumut di New York, Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan hasil rapat, Tengku Erry menjelaskan, pengembangan Kepulauan Nias menjadi destinasi wisata dunia melalui kerjasama dengan negara kepulauan Seychelles. Seychelles sendiri Negara kepulauan yang maju dalam bidang kepariwisataan.

“Untuk mewujudkan harapan itu, Pemerintah Provinsi akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Kepulauan Nias menjadi Kawasan Strategis Nasional. Dengan demikian, empat kabupaten dan 1 kota yang ada di Kepulauan Nias akan berkembang pesat,” ujarnya.

Erry menyebutkan, Sumut saat ini telah memiliki sejumlah khawasan strategis yang dituangkan dalam Keputusan Presiden (Kepres) diantaranya Kawasan Strategis Mebidangro yakni Medan-Binjai-Deliserdang dan Karo), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Kawasan Industri Kuala Tanjung dan kawasan strategis Dana Toba yang dikenal dengan Geopark Toba dan Kaldera Toba.

Baca juga
Inilah Derita Bayi 10 Bulan di Gunung Sitoli. Orang Tuanya Miskin, Warga Nias Wajib Membantu...

“Selanjutnya, kita akan usulkan Kepulauan Nias menjadi Kawasan Strategis Nasional di Sumut. Status ini nantinta akan mendorong laju pertumbuhan pembangunan di Kepulauan Nias, tidak hanya pertumbuhan bidang pariwisata, tetapi sector ikutan lainnya,” tambahnya.

Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko di Kepulauan Nias akan membentuk lembaga khusus yang akan menangani pengembangan Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata dunia. “Juga nanti ada payung hukumnya agar lebih terarah. Dengan demikian, semua pihak akan terlibat aktif, baik Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan maupun Pemko Gunung Sitoli,” sebutnya.

Gagasan pengembangan Kepulauan Nias menjadi destinasi wisata dunia terbit dari impian Tengku Erry Nuardi dan Dubes Seychelles Nico Barito. Gagasan tersebut kemudian direalisasikan dengan MoU antara Pemprov Sumut, Pemkab dan Pemko sekepulauan Nias dan negara Seychelles pada 7 November 2013 lalu.

Nico Barito sendiri sempat bekerja di pada lembaga dunia PBB dan pernah bersama Gubernur Sumut Almarhum H Tengku Rizal Nurdin menggelar pertemuan gubernur sedunia di Danau Toba dalam kegiatan yang bertajuk Lake Toba Summit.

“Sejak akhir 2013, saya telah berkali-kali berkunjung ke Nias dan telah membawa tim ahli dunia diantaranya Eco Planner, arsitek dan telah menyusun blue print pengembangan wisata di Kepulauan Nias dengan melibatkan pihak Pemkab dan Pemko. Penyusunan cetak biru itu dibiayai Seychelles,” ujar Nico.

Nico yang berasal dari Tapanuli Tengah (Tapteng) ini juga optimis Kepulauan Nias akan berkembang menjadi destinasi wisata dunia karena memiliki karakteristik yang hampir sama dengan negara Kepulauan Seychelles.

“Pemkab dan Pemko di Kepulauan Nias dapat belajar langsung dari Best Practise. Nias adalah pulau terluar wilayah Barat dan nyambung dengan pulau-pulau lain di lautan India termasuk Seychelles. Meski Seychelles adalah Negara dengan 115 pulau dan kurang dari 100 ribu penduduk, namun strategis dalam tatanan ekonomi dan keamanan kelautan dunia,” ujar Nico.

Baca juga
Terbakar Hebat, Rumah Ina Nabil Rata dengan Tanah. Gimana Penghuninya?...

Kendati negara kecil, Seychelles adalah destinasi wisata dunia dengan jumlah wisatawan 500 ribu orang per hari dengan tingat pengeluaran tiap wisatawan mencapai 2.000 dolar AS per harinya.

“Kepulauan Nias tidak kalah indah dan dapat mencontoh keberhasilan Seychelles yang merupakan sama-sama kepulauan agar berhasil menjadi salah satu destinasi dunia,” tambah Nico.

Sementara Bupati Nias Drs Sorhiatulo Laoli MM menyatakan sangat menyambut baik apa yang sudah digagas Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Dubes Negara Seychelles Nico Barito.

“Kami para Bupati dan Walikota sekepualau Nias sepakat hadir di sini namun karena kabut asap, yang lain berhalangan hadir. Tetapi ikut perwakilan beberapa daerah,” ujar Sorhiatulo.

Sorhiatulo juga optimis lembaga yang dibentuk dan memiliki payung hokum nantinya menjadi sebuah kekuatan dalam merealisasikan impian Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata dunia. “Tentu semua Pemkab dan Pemko di Kepulauan Nias akan satu langkah mewujudkan impian menjadi destinasi wisata terbaik dunia,” tutupnya. (herdiansyah talib)

loading...
loading...
Loading...