Pria Batak Ini Jujur Luar Biasa, Dapat Uang Rp 100 Triliun Malah Lapor Polisi

Tomedy Marbun menunjukkan struk transaksi rekening Bank Mandiri miliknya. (medansatu.com/merdeka)

MEDANSATU.COM, Riau – Pria Batak ini, Tomedy Marbun (32), tiba-tiba kaya mendadak dengan kekayaan Rp 100 triliun. Ia terkejut dengan saldo sebanyak itu di rekeningnya. Padahal saldo sebelumnya kurang dari Rp 500 ribu.

Warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, ini tak mengetahui dari mana asal uang yang masuk ke rekening Bank Mandiri miliknya itu. Si pengirim misterius itu awalnya mendapat transfer Rp 999 juta, lalu bertahap Rp 99 miliar, hingga total uang di rekeningnya mencapai Rp 100 triliun.

Karena bingung Marbun pun menanyakan perihak rekening gendutnya ke petugas Bank Mandiri yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) sebelah Mapolsek Pangkalan Kerinci. Namun petugas bank juga kebingungan, dan tak bisa memberikan jawaban.

Takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, Marbun yang juga seorang wartawan membuat laporan ke Polda Riau. Hingga saat ini belum diketahui apakah rekening gendut itu karena permainan hacker atau buruknya sistem komputerisasi Bank Mandiri.

“Kita masih pelajari dulu kasusnya bagaimana, kenapa rekening dari ratusan ribu rupiah menjadi hampir Rp 100 triliun, itu bukan jumlah yang sedikit. Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, silakan membuat laporan,” ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, seperti dilansir merdeka, Jumat (11/3/2016).

Guntur juga meminta Marbun untuk membuat laporan, karena rekeningnya langsung diblokir pihak bank. Sehingga ia dirugikan karena tak bisa mengambil uangnya. “Kalau yang bersangkutan (Marbun) tidak dapat menarik tunai uangnya dari rekening karena mengaku diblokir, kita persilakan untuk membuat laporan,” tambahnya.

Marbun sendiri mengaku mengetahui rekeningnya membengkak pada Selasa siang (8/3/2016). Saat itu ia mau menyetorkan uang Rp 250 ribu ke rekeningnya. Karena ada antrean panjang, ia lalu mendatangi ATM untuk melakukan setor tunai.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...