Preman yang Satu ini Kelewatan! Sudah Nyolong, Eh, Malah Datang Minta Uang Keamanan, Ya Begini Nasibnya…

Tersangka diapit petuga Polsek Sunggal. (jh siahaan/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Medan – Sudah mencuri, eh… malah datang lagi minta uang keamanan. Ya, beginilah nasib preman di Medan yang satu ini…

Pria berinisial EH (37), warga Jalan Medan-Binjai Km 12,5, Sunggal, ini bisa dibilang bernyali besar. Ia selama ini merupakan buronan atau DPO (daftar pencarian orang) kasus pencurian di gudang pinang milik, Tengku Yanuardi (48), warga Jalan Dusun XIV Emplasmen, Sunggal.

Merasa telah aman, EH nekat mendatangi gudang penyimpanan pinang milik korban. Kali ini bukan untuk mencuri, tapi bertemu korban untuk meminta uang keamanan atau uang preman. Kepada korban, EH mengaku sebagai pemuda setempat (PS).

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Selasa (13/3/2018) menyebutkan, EH meminta uang sebesar Rp 30 ribu. Kepada korban, pria itu mengaku telah mengantongi izin dari kepala dusun.

Korban tak percaya begitu saja. Ia langsung menelepon kepala dusun, ternyata perkataan EH bohong. Meski telah ketahuan belangnya, EH tetap memaksa korban untuk memberinya uang keamanan.

Karena dipaksa terus, korban akhirnya dengan berat hati memberikan uang sebesar Rp 20 ribu kepada tersangka. Usai menerima uang, tersangka pun memberikan 1 lembar kwintansi kepada korban.

Tak terima, korban dan kepala dusun langsung menghubungi Tim Opsnal Polsek Sunggal-Polrestabes Medan. “Korban, Kadus dan masyarakat sudah resah dengan kegiatan yang dilakukan tersangka sehingga melaporkan hal tersebut,” kata Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna SH SIK MHum didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak SE.

Menerima laporan tersebut, beber Kompol Wira, personel Tim Opsnal Polsek Sunggal langsung turun dan menciduk tersangka bersama barang bukti uang tunai sebesar Rp 20 ribu, 1 lembar kwintansi dan 1 buah stempel ke Mapolsek Sunggal.

Baca juga
Menteri Yasonna: "Camat yang Menyoal KTP Djarot Konyol..."

Tegas Wira Prayatna, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka EH ternyata terlibat kasus pencurian gudang pinang tersebut pada tanggal 26 November 2016 lalu bersama 2 orang temannya. “Satu orang tersangka sudah tertangkap dan sudah dikirim ke jaksa,” terangnya.

“Tersangka dijerat dengan pasal berlapis dan Pasal 368 ayat KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun,” pungkasnya. (jh siahaan)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...