Kisah Sedih Si Bungsu Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun…

Bayu Satriawan Wibowo semasa hidup. (medansatu.com/mira/dok. keluarga)

MEDANSATU.COM, Medan – Tim gabungan masih melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Kapal penumpang tersebut tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Satu dari ratusan korban adalah Bayu Satriawan Wibowo alias Bayu (24). Padahal mahasiswa Universitas Al Washliyah (Univa) semester akhir di Fakultas Teknik Sipil itu akan segera melaksanakan wisuda. Ia bahkan sempat mengeluhkan kekurangan biaya.

“Cemana ini lek (paman), Bayu sudah mau wisuda tapi, biaya belum cukup,” ujar paman Bayu, Tegu (39), menirukan ungkapan keponakannya itu ketika ditemui wartawan di kediamannya (rumah nenek Bayu), Jalan Satria, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Rabu (20/6/2018).

Menurut Tegu, Bayu belum ditemukan. Ia mengatakan, keponakannya itu telah memberi tanda-tanda kepada pihak keluarga. Tidak seperti biasanya, Bayu lebih senang menyendiri dan gelisah.

“Waktu lebaran pertama itu, semua keponakan saya makan berkumpul bersama, tapi dia (Bayu) menyendiri menunggu kami selesai (makan). Dia juga terlihat gelisah, mondar-mandir,” ujar Tegu menceritakan kisah sedih tersebut.

Karena itu, orang tua Bayu sempat melarang si bungsu untuk tidak berangkat touring ke Danau Toba Parapat, Simalungun. “Bayu sempat dilarang supaya jangan pergi karena masih suasana lebaran kumpul bersama keluarga dan sebentar lagi mau nyusun skripsi,” kata orangtuanya, Suratman.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...