Di Acara Halal Bihalal, Bupati Sergai Ajak Warga Tanam Jengkol, Ini Alasannya…

Loading...
Soekirman saat melakukan tepung tawar haji pada halal bihalal di Pantai Cermin. (medansatu.com/one)

MEDANSATU.COM, Sergai – Bupati Sergai Soekirman mengatakan Indonesia bukan hanya darurat narkoba namun sudah darurat sampah. Sungai banyak dipenuhi sampah begitu juga dengan jalanan dipenuhi sampah.

“Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sadar sampah, khusus kepada OKP untuk membuat program peduli sampah,” kata Soekirman saat memberikan sambutan didampingi Wabub Sergai Darma Wijaya pada acara tepung tawar haji dan Halal Bihalal di Kecamatan Pantai Cermin dalam keterangan tertulis yang diterima medansatu.com, Selasa (3/7/2018).

Dalam kesempatan itu, Soekirman juga bicara soal peran masyarakat dalam menjaga inflasi. Menurutnya komoditi tertentu yang ditanam masyarakat bisa menjadi penjaga inflasi.

“Bank indoneaia tugasnya menjaga inflasi, agar mata uang indonesia berharga di mata dunia. Harga-harga yang ada di pasar menentukan inflasi. Di Sumatera Barat ada balai penelitian buah, banyak buah buahan yang bersertifikasi di sana, termasuk bibit jengkol yang bersertifikasi yang dibagikan ke masyarakat secara gratis. Apa salahnya kita menanam jengkol di pekarangan karena jengkol juga menyumbang inflasi di indonesia,” idenya.

Soekirman pun mengatakan pembangunan di kecamatan telah berjalan. Dia meminta agar masyarakat tak percaya kepada orang-orang yang mengaku, dia adalah penyebab pembangunan tersebut. “Jangan mudah percaya kepada orang-orang yang coba memecah belah kita, jika anda ragu tanya kepada para penyelenggara negara,” imbuhnya.

Begitu juga ditambahkan Wabub Sergai Darma Wijaya. Menurutnya, jika ada yang menawarkan memuluskan jalan dalam penerimaan pegawai negeri jagan mudah percaya. “Harap lebih berhati-hati terhadap calo, jangan mudah percaya akan orang yang menawarkan jasanya dan meminta sejumlah uang,” tambahnya.

Sementara itu dalam tausiah oleh Al Ustadz Samin Pane menyampikan jangan selalu memikirkan jalan dunia namun pikirkanlah jalan akhirat. “Idul Fitri merupakan kembalinya kita kepada fitrah, kembalinya kita kepada Fitrah ada lima, pertama ketika kita lahir ke dunia ini, kedua begitu dapat hidayah masuk Islam yang biasa dikatakan mualaf. Ketiga adalah ketika kita lakukan taubatan nasuhah, yang keempat ketika kita keluar dari bulan ramadhan, dan yang kelima ketika kita pulang dari ibadah haji,” urainya. (medansatu.com/one)

Loading...
loading...
Loading...