Dari Ribuan Sopir di Medan, Cuma 100 yang Ikut Pemilihan Sopir Teladan 2018

Loading...
Walikota Medan, Dzulmi Eldin, menyematkan tanda peserta kepada para sopir. (foto: Humas Pemko Medan)

MEDANSATU.COM, Medan – Dinas Perhubungan (Dishub) Medan menggelar pemilihan sopir angkutan umum teladan. Dari ribuan sopir angkutan umum di Medan, hanya 100 sopir yang ikut dalam kompetisi bertajuk Pemilihan Abdi Yasa Teladan Kota Medan 2018.

Acara yang bertujuan menurunkan angka kecelakaan di jalan serta meningkatkan keselamatan jalan ini dibuka langsung Walikota Medan, Dzulmi Eldin, di Saka Hotel Jalan Gagak Hitam (Ringroad) Medan, Senin (9/7/2018).

Gelaran ini digelar setiap tahun oleh Dishub Medan sebagai wujud perhatian dan pembinaan kepada awak kenderaan angkutan umum selaku penyelenggara transportasi yang memiliki peranan penting dalam peningkatan keselamatan transportasi jalan di Kota Medan.

“Permasalahan di sektor transportasi mencakup banyak faktor, di antaranya faktor manusia, kendaraan serta kondisi jalan. Namun faktor manusia (human error) dianggap paling banyak berkontribusi dalam suatu kejadian kecelakaan,” kata Eldin.

Atas dasar itulah, kata Eldin, pengemudi (sopir) khususnya pengemudi angkutan umum diharapkan mempunyai kompetensi yang memadai. “Tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan mengemudi yang andal, tetapi supir juga harus memiliki perilaku yang baik saat mengemudikan kenderaan di jalan raya,” ungkapnya.

Kadishub Kota Medan Renward Parapat didampingi Suriono selaku Ketua Pemilihan Abdi Yasa Teladan Kota Medan 2018 menjelaskan, seleksi sekaligus pemilihan berlangsung mulai 8-13 Juli 2018. Sejumlah narasumber dari PT Jasa Raharja, Satlantas Polrestabes Medan, akademisi/profesional, BNN Provinsi Sumut, Dishub Sumut dan Dishub Medan, terlibat dalam gelaran ini.

Selain tata cara berlalu lintas dan kelaikan jalan kenderaan bermotor, jelas Renward, para nara sumber juga akan menyampaikan materi terkait UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Keselamatan Transportasi Darat dan Pelayanan Angkutan Umum.

Baca juga
Djoss Janji Siapkan Rumah Layak Huni dan Terjangkau untuk Buruh

Kemudian, penegakan hukum lalu lintas, pengetahuan asuransi, psikologi pengemudi dan kesehatan kerja , pengetahuan pencegahan penggunaan obat psikotropika terhadap awak kendaraan umum serta ujian berkenderaan

Sedangkan mekanisme penilaian, papar Renward, ada dua yakni penilaian persyaratan administrasi serta penilaian yang dilakukan selama kegiatan berlangsung dengan perincian pengetahuan bidang lalu lintas dan keselamatan angkutan jalan dengan bobot 25 persen, penegakan hukum lalu-lintas 15%, pengetahuan bidang asuransi 15%, tes psikologi 15%, keterampilan mengemudi 15% dan sikap/perilaku 15%.

Dari hasil seleksi yang dilakukan, papar Renward, akan dipilih 6 peserta terbaik yang akan mendapatkan penghargaan Abdi Yasa Teladan 2018. Peserta terbaik pertama mendapatkan Rp 5 juta, terbaik kedua Rp 3 juta, terbaik ketiga Rp 2,5 juta, Harapan I Rp 1,5 juta, Harapan II Rp 1 juta, serta Harapan III Rp 500 ribu. “Peserta terbaik 1 dan 2 akan diikutsertakan dalam studi bandung,” ungkap Renward. (medansatu.com/herdi)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...