Pemprov Sumut Didesak Libatkan Eramas Bahas Anggaran, Ini Alasannya…

Pengurus dan pendiri Pokja Humas Sumut, Mirza Syahputra (kiri), Supriadi, Abdul Salim dan Indra Gunawan (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan. (medansatu.com/mira)

MEDANSATU.COM, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) didesak untuk segera melibatkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah dalam proses pembahasan anggaran.

Hal ini dipandang penting agar pasangan pemimpin pilihan rakyat Sumut itu bisa segera merealisasikan visi-misinya.

“Pelibatan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam proses pembahasan anggaran, kami pikir amat penting menjadi perhatian bersama, terutama Pemprov Sumut yang kini dipimpin seorang Penjabat (Pj) Gubernur dari pusat,” kata Ketua Pokja Humas Sumut, Supriadi didampingi Sekretaris Mirza Syahputra, Bendahara Abdul Salim dan Indra Gunawan, selaku salah satu pendiri organisasi sosial yang menghimpun kalangan profesional ini kepada wartawan dalam keterangan tertulis yang diterima medansatu.com, Senin (9/7/2018).

“Kita tidak ingin Pak Edy dan Pak Ijeck (sapaan akrab Musa Rajekshah) gagal meletakkan pondasi pembangunan Sumut di 100 hari kerja pertamanya, lantaran tidak sinkronnya dukungan anggaran,” ujarnya.

Supriadi menjelaskan, tahun buku anggaran saat ini sudah memasuki semester II 2018. Dan sebagaimana lazimnya di pemerintahan, dalam waktu dekat segera disusun Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-PAPBD) 2018, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Dan, sebagaimana diketahui pula, sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumut, 27 Juni 2018, Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas)-lah yang akan menjalankan anggaran tersebut.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...