Subhanallah! Bayi 5 Bulan Masih Hidup Setelah Terkubur 9 Jam

(ilustrasi/foto: unsplash.com)

MEDANSATU.COM – Subhanallah! Semua bisa terjadi bila Tuhan telah berkehendak. Seorang bayi 5 bulan ditemukan masih hidup setelah dikubur 9 jam. Bayi malang tersebut berhasil diselamatkan polisi.

Bayi tersebut ditemukan terkubur di Pegunungan Montana, Amerika Serikat (AS). Seorang pria yang dianggap bertanggung jawan telah ditangkap polisi. Melansir CNN, Selasa (10/7/2018), awalnya Deputi Sheriff Missoula County mendengar suara tangisan bayi.

Suara tangisan tersebut terdengar samar-samar saat ia mencari keberadaan bayi tersebut. Polisi itu kemudian mencari sumber suara tangisan tersebut. Bayi malang itu akhirnya ditemukan terkubur di puing-puing.

Saat ditemukan, bayi tersebut dalam posisi badan telungkup dan hanya mengenakan onesie yang basah dan penuh tanah. Dilaporkan media lokal KPAX-TV yang merupakan afiliasi CNN, bayi itu mengalami luka goresan dan memar ringan namun dalam kondisi baik.

Saat ini, bayi yang tidak disebut jenis kelaminnya ini berada di bawah pengasuhan Dinas Keluarga dan Anak Montana. Keterangan pers kantor Sheriff Missoula County menyebut bayi itu ada dalam pengawasan seorang pria bernama Francis Carlton Crowley (32), lalu dilaporkan menghilang.

Saat itu, kantor Sheriff Missoula County menerima sejumlah laporan via telepon soal seorang pria yang berperilaku aneh dan mencurigakan di kawasan Lolo Hot Springs. Saat Deputi Sheriff mendatangi lokasi, laporan lainnya diterima dengan menyebut pria yang sama mengancam orang-orang dan mengaku memiliki senjata api.

Crowley telah meninggalkan lokasi saat Deputi Sheriff tiba. Namun mereka juga menyadari bahwa bayi yang harusnya diasuh Crowley menghilang beberapa jam. Beberapa saat kemudian, Crowley kembali ke lokasi dan ditangkap otoritas setempat.

Saat diinterogasi otoritas setempat, diketahui bahwa Crowley berada di bawah pengaruh narkoba dan tidak nyambung saat diajak bicara. Namun Crowley sempat menyebut bayi itu mungkin dikubur di pegunungan.

(sumber: CNN via detik)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...