Penipu Seleksi Masuk Polisi Tertangkap Karena Bagian Tak Rata…

(ilustrasi/ist)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Mau anaknya masuk polisi, malah minta bantuan dukun, ya beginilah jadinya. Anak gagal jadi polisi, uang Rp 350 juta pun lewong.

Polisi mengungkap penipuan dengan iming-iming lulus seleksi Bintara kepada peserta yang sebelumnya dinyatakan gugur melalui jalur khusus.

Dalam pengungkapan ini, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Keduanya adalah SDK (58), yang mengaku sebagai dukun atau paranormal dan MAN (43), yangmengaku sebagai staf Mabes Polri.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto menuturkan,
peristiwa bermula saat korban berinisial J (37) meminta bantuan SDK setelah anaknya tidak lulus seleksi penerimaan calon Bintara Polda Jawa Tengah (Jateng).

“Tersangka SDK menyanggupi dengan syarat disiapkan uang Rp 350 juta untuk membayar tersangka MAN yang disebut orang Mabes,” ucap Irjen Arief dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Korban kemudian menyerahkan uang ke SDK sebesar Rp 350 juta. Selanjutnya SDK memberikan uang Rp 100 juta kepada MAN. “Namun karena merasa uang yang diberikan tidak sesuai dengan komitmen, tersangka MAN mengancam Sodikun dengan pistol air softgun,” katanya.

SDK yang merasa terancam kemudian melapor ke kepolisian setempat. Namun dia tidak menjelaskan akar permasalahannya. Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap MAN saat akan berangkat ke Jakarta pada Senin 9 Juli 2018.
Dari pemeriksaan MAN, akhirnya terungkap kasus penipuan dengan modus calo rekruitmen anggota Polri yang juga melibatkan Sodikun. “Pelaku ini ngaku-ngaku saja bisa meloloskan padahal mereka ini penipu. Semuanya abal-abal. Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujarnya.

Arief menegaskan bakal ada sanksi tegas terhadap kegiatan menyimpang dalam proses seleksi calon siswa Bintara Polri. Sistem penyederhanaan informasi kandidat bakal menjamin tak ada lagi cara penerimaan calon anggota Polri dengan cara menyogok, bayar, minta tolong, katabelece, maupun sponsorship.

“Kami punya aplikasi realtime, di panitia daerah bisa diketahui berapa jumlah pendaftar. Nanti kami akan terapkan untuk mengetahui hasil tes. Begitu tes hasilnya langsung muncul di android. Hasil psikotes diketahui misalnya, langsung kita entry sistem,” tandasnya.

(sumber: merdeka.com)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...