Curi dan Buka Kotak Suara Pilkada Taput 2 Terdakwa Divonis Segini di PN Tarutung…

Terdakwa Rohana Hutasoit. (medansatu.com/bisnur sitompul)

MEDANSATU.COM, Taput – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), membacakan putusan kasus pembukaan kotak suara dan pencurian kotak suara hasil Pilkada Taput 27 Juni 2018 lalu, Senin (30/7/2018).

Pembacaan putusan tersebut berlangsung dengan aman dan tertib dengan dijaga puluhan aparat kepolisian Polres Taput dan Polda Sumut yang turut melakukan pengamanan guna mengatisipasi terjadinya aksi yang tidak diinginkan di Kantor PN Tarutung.

Ketua Majelis Hakim Hendra Utama Sutardodo Sipayung SH MH bersama dua hakim anggota Sayed Fauzan SH, MH dan Sabaro Zendrato SH MH memvonis terdakwa Rohana Hutasoit seorang anggota KPPS, atas kasus pembukaan kotak suara selama 24 bulan atau 2 tahun penjara dan denda Rp 15 juta subsider 3 bulan penjara.

Terdakwa Leonardo Napitupulu. (medansatu.com/bisnur sitompul)

Sementara terdakwa Leonardo Napitupulu atas kasus pencurian surat suara, divonis 60 bulan atau 5 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara.

Hukuman yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap kedua terdakwa sama dengan tuntutanpada persidangan pada Rabu lalu (25/7/2018). Atas putusan majelis hakim itu, kedua terdakwa diberikan waktu selama 3 hari untuk berunding kepada kuasa hukum Jimi Sihite SH, apakah akan dilakukan banding atau tidak. (medansatu.com/bisnur sitompul)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...