Mengendus Jejak Umar Ritonga, Buronan KPK di Labuhanbatu, Yakin Tertangkap…

Loading...
Surat DPO Umar Ritonga yang dikeluarkan KPK. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Medan – Umar Ritonga, tangan kanan Bupati Labuhanbatu nonaktif, Pangonal Harahap, masih misterius. Meski KPK telah menetapkannya sebagai buronan dengan status DPO (daftar pencarian orang), namun jejaknya belum terundus.

Dia berhasil kabur dengan membawa uang sebanyak Rp 570 juta rupiah hasil dugaan suap sejumlah proyek. Petugas KPK sempat sempat menemukan mobil dan sepeda motor yang dipergunakan untuk kabur dari wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).

Sempat ada informasi, Umar kabur ke Bagan Siapiapi, Provinsi Riau, setelah kabur dari kampung halamannya Desa Sibargot, Padang Lawas Utara (Paluta). Ia bahkan sempat terendus di Gunungtua.

Dari Gunungtua, Umar kemudian disebut kabur ke Bagan Siapiapi, Riau. Di tempat ini terdapat sejumlah keluarganya, termasuk abang kandungnya. Namun lagi-lagi petugas kehilangan jejaknya.

Terkait penangkapan Umar, Subdit III/Tipikor Direskrimsus Polda Sumut turut membantu KPK melakukan pengejaran. “Kami bersama tim masih melakukan pengejaran,” ujar Kasubdit III/Tipikor, AKBP Doni Sembiring, Selasa (7/8/2018).

Namun, AKBP Doni enggan membeberkan ketika ditanya soal teknis pengejaran dan daerah yang menjadi tempat pelarian tersangka dengan alasan kerahasiaan. Dia hanya menyatakan optimis DPO KPK tersebut dapat segera ditangkap. “Itu rahasia, pasti tertangkaplah itu,” ucapnya.

Kata Doni, KPK meminta Polda Sumut untuk turut membantu melakukan pengejaran terhadap Umar Ritonga. “Kemudian saya diperintahkan Direktur, untuk mengejar DPO KPK itu,” tandasnya.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...