Terungkap, Inilah 3 Modus Prostitusi di Medan

Loading...
(ilustrasi/ist)

MEDANSATU.COM, Medan – Prostitusi atau pelacuran adalah ‘kejahatan’ paling tua. Sekarang, praktik jual diri untuk kenikmatan sesaat ini tak lagi mengenal tempat. Makanya lokalisasi yang dulu marak, sekarang telah kehilangan pamor.

Para wanita penjual birahi dan pria hidung belang saat ini bisa aman melakukan perbuatan mesum tersebut, tanpa risiko ketahuan banyak orang. Keberadaan media sosial (medsos) semakin membantu transaksi lendir itu tumbuh subur.

Melalui akun medsos, para wanita pekerja seks komersil bisa langsung transaksi, menentukan tarif setelah komunikasi dan tukar foto, lalu deal lokasi eksekusi. Kebanyakan di hotel, tapi ada juga yang di kamar kos hingga rumah pribadi.

(ilustrasi/ist)

Fenomena ini terjadi di semua kota besar, termasuk di Kota Medan. Meski di kota ini masih ada tempat menjual syahwat di pinggir jalan. Seperti di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya untuk penyuka waria, dan Jalan Setia Budi Ujung, untuk pria pencari PSK yang murah meriah.

Tarifnya juga beragam, tergantung selera, yang pasti ada uang ada ‘barang’. Yang berkantong cekak bisa memilih kelas pinggiran dengan hotel kelas melati atau kos-kosan sebagai lokasi eksekusi. Untuk pria berkantong tebal, tentunya hotel berbintang jadi pilihan.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...