Polres Nisel Tangkap Pembunuh Tetangga dalam Hitungan Jam…

Loading...
Tersangka diamankan di Polres Nisel. (foto: Polres Nisel)

MEDANSATU.COM, Nisel – Tim gabungan Polres Nias Selatan (Nisel) dan Polsek Lolowau berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis di Desa Sifaorasi, Kecamatan Huruna, Sumatera Utara (Sumut), yang menewaskan ASH alias Ama Niwa. Pelaku, AH alias Ama Rido (35), ditangkap saat bersembunyi di kebun karet, Kamis (9/8/2018).

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH mengatakan, pihaknya mendapat informasi kejadian tersebut pada Rabu malam (8/8/2018) dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

“Anggota langsung kita turunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi mata. Setelah meminta keterangan dari istri korban dan dari sejumlah warga, kita dapat nama pelaku. Tim langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku, namun yang bersangkutan sudah melarikan diri,” ujarnya.

Petugas Kepolisian terus melakukan penyisiran di Desa Sifaorasi hingga Kamis pagi. “Kerja keras tim membuahkan hasil, dalam beberapa jam pelaku ditemukan sedang bersembunyi di areal perkebunan karet di Desa Sifaorasi. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya. Kita juga menyita barang bukti senjata tajam jenis parang yang digunakan oleh pelaku untuk membacok korban,” tambah mantan Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumut ini.

“Jadi untuk sementara, motif pembunuhan ini karena pelaku sakit hati dan tidak terima dituduh sering bermain mata dan menunjukkan kemaluannya kepada istri korban. Pelaku semakin tidak terima saat disuruh mengakui semua perbuatannya tersebut di rumah korban. Kasus ini masih kita dalami, pelaku masih diperiksa secara intensif di Polres Nias Selatan, sambil meminta keterangan sejumlah saksi mata,” ungkapnya.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Jika ada permasalahan, sebaiknya dibicarakan dan diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” imbaunya.

Loading...
loading...
Loading...