Ngeri, Suami Istri Terjebak Kobaran Api, Istrinya Hangus, Suami Kritis…

Loading...
(foto: batamnews/medansatu)

MEDANSATU.COM, Batam – Kebakaran hebat menghanguskan belasan unit rumah liar (ruli) di Bukit Senyum, Kampung Seraya, Batu Ampar, Batam. Tragisnya, seorang ibu menjadi korban. Jasadnya hangus hingga sulit dikenali.

Peristiwa itu terjadi Jumat dini hari (10/9/2018) sekira pukul 04.00 WIB. Kobaran api berhasil dipadamkan setelah BP Batam mengerahkan 10 unit mobil pemadam. “Kita langsung meluncur ke lokasi, api sudah berhasil dipadamkan,” kata Kepala Operasional Pemadam Kebakaran BP Batam, Yutong.

Yutong mengatakan, saat armada pemadam tiba di lokasi, api telah meluas. Kebakaran pertama kali terjadi di bagian atas, kemudian merembet ke pemukiman yang ada di bawah. “Api berhasil dipadamkan setelah 2 jam,” tambahnya seperti dilansir batamnews.co.id (grup medansatu.com).

Saat ini di lokasi telah dipasang garis polisi (police line). Petugas juga telah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran. “Ada satu korban jiwa, sudah ditangani dokter forensik,” tambahnya.

Menurut seorang saksi mata, api mulai berkobar setelah ada warga yang cekcok di salah satu rumah. “Saya bangun, api udah berkobar, warga bercerita sebelum kebakaran ada pertengkaran dari rumah sumber api,” kata, Heryanto, warga setempat.

Hery mencoba berupaya memadankan api namun api sudah membesar. Ia kemudian pergi ke masjid terdekat dan membangunkan warga melalui pengeras suara masjid. “Saya bilang bangun-bangun api,” katanya.

Ia mengatakan, korban yang meninggal diketahui suami istri yang terjebak di dalam rumahnya. Sang suami berhasil menyelamatkan diri dan menderita luka bakar di bagian punggung dan kepala. “IUstrinya tidak bisa diselamatkan, suaminya sudah dibawa ke RS Budi Kemuliaan,” tambahnya.

Dari data yang dihimpun Tangap Darurat Bencana (TAGANA) Dinas Sosial Kota Batam, korban kebakaran berjumlah 15 KK dari dengan total 39 jiwa. Para korban kebakaran saat ini dievakuasi di dalam tenda. (tan)

Loading...
loading...
Loading...