Ini Analisis Ekonom Mengapa Rupiah Terus Melemah, Ternyata…

Loading...
(foto: liputan6)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Benarkah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena faktor global, terutama imbas dari perang dagang AS vs China?

Pemerintah telah menjelaskan sejumlah faktor global yang menyebabkan rupiah terus terpuruk. Penjelasan ini memang benar, tapi imbas faktor global tersebut tak perlu terjadi seandainya sejak awal diantisipasi.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dzulfian Syafrian, hasil kajian-kajian independen, seperti yang dilakukan oleh Morgan Stanley, sudah sejak 2013 mengkategorikan Indonesia sebagai satu dari lima negara yang paling rentan terimbas krisis mata uang.

Dia mengatakan, hal ini dikenal dengan istilah the Fragile 5 bersama dengan Turki, Brasil, Afrika Selatan, dan India. “Tiga negara pertama tersebut ditambah Argentina sudah kolaps. Jadi, Indonesia memang sedang dalam posisi sangat-sangat mengkhawatirkan, bak sedang menunggu antrean. Sudah bukan lampu kuning lagi, tapi lampu merah,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Menurutnya, Indonesia sebenarnya punya waktu 5 tahun untuk membereskan permasalahan fundamental perekonomian nasional. Namun, kata dia, pemerintah memilih untuk tidak melakukan itu, yang ada justru memperkeruh keadaan.

“Kebijakan-kebijakan yang memperburuk pelemahan rupiah, seperti rezim BBM murah, proyek infrastruktur yang jor-joran, minimnya dukungan terhadap industri dalam negeri berbasis ekspor, ketergantungan terhadap impor, dan masih banyak lagi adalah beberapa contoh andil Pemerintah dalam membuat rupiah semakin terjepit seperti saat ini,” jelasnya.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...