Pedih, Bayi 2 Bulan Itu Harus Merasakan Sakit yang Luar Biasa, Kepala Bernanah…

Loading...
Dewi melihat Wahyuni saat ditangani perawat. (medansatu.com/angga)

MEDANSATU.COM, Medan – Pedih, bocah perempuan berusia 2 bulan itu harus menderita dan merasakan sakit yang luar biasa.

Bayi bernama Wahyuni Br Aritonang, warga Dusun III, Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), ini divonis menderita pembengkakan pembuluh darah sejak berusia 2 minggu.

Kepala dan kulit leher belakang Wahyuni melepuh dan bernanah. Daun pisang menjadi pengganti alas bantal bagi bayi malang, anak ke-4 dari pasangan suami istri, Frenki Aritonang (34) dan Dewi Sartika Br Hutauruk (28).

Hari ini, Rabu (12/9/2018), telah 5 hari ia dirawat di RSUD dr Pirngadi, Medan, sejak 7 September 2018, akhirnya secercah harapan kesembuhan Wahyuni mulai terlihat. Ini setelah kartu BPJS milik Wahyuni telah aktif.

Ibu kandung Wahyuni, Dewi menceritakan selama 5 hari mendapat perawatan intensif di RSUD Pirngadi Medan, kepala Wahyuni sudah diperban dan telah dilakukan tambah darah.

“Walaupun kami cuma pakai BPJS kelas 3, tapi Wahyuni sudah mendapatkan penanganan yang lebih baik. Kepala sudah diperban dan diganti setiap hari serta tambah darah. Tapi pengecekan secara menyeluruh belum dilakukan, apakah Wahyuni sudah stabil atau belum,” kata Dewi di Ruang Kenanga, Lantai IV, RSUD Pirngadi Medan.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...